JAKARTA - Steering Committee (SC) Muktamar Luar Biasa (MLB) Nahdlatul Ulama (NU) mengeklaim sudah berkomunikasi dengan 23 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan 326 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

Dikutip dari Kompas.com, klaim tersebut disampaikan SC MLB NU Abdussalam Shohib alias Gus Salam. Selain dengan PWNU dan PCNU, kata Gus Salam, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan PCINU (pengurus cabang di luar negeri).

“Ada kemarin terakhir kita mendeteksi ada 326 PCNU yang komunikasi dan 23 PWNU, serta sekitar 12 dari PCINU,” ujar Gus Salam saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/9/2024).

Gus Salam menjelaskan, pelaksanaan MLB NU memerlukan dukungan dari 50 persen plus satu PWNU dan PCNU.Saat ini, total terdapat 38 PWNU, 34 PCINU, dan 550 PCNU.

Komunikasi SC dengan PWNU, PCNU dan PCINU dilakukan secara tertutup karena para pihak terkait merupakan bagian struktural di bawah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dipimpin Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya.

Dia mengeklaim, data tentang pihak-pihak yang menjalin komunikasi dengan penggerak MLB tidak dapat dipublikasikan untuk menghindari tekanan dari PBNU dan ancaman penggantian kepengurusan.

"Maka yang kami lakukan adalah komunikasi tertutup yang kita jaga benar kerahasiaannya dari teman-teman di struktur PW (pengurus wilayah) dan PC (pengurus cabang),” tuturnya.

Hingga kini, belum ada keputusan pasti mengenai tanggal pelaksanaan MLB. Sebelum menggelar MLB, Pra MLB harus dilaksanakan terlebih dahulu. Pihak-pihak penggerak MLB berencana menggelar Pra MLB pada bulan depan, dengan perkiraan waktu awal Oktober atau minggu kedua Oktober.

“Secara spesifik tanggalnya belum, tapi kita punya perkiraan bisa kita lakukan di awal Oktober atau minggu kedua Oktober,” ujar Gus Salam.

Gus Salam menambahkan, MLB ini digelar sebagai respons terhadap kegelisahan banyak pihak mengenai kondisi PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya. Isu-isu seperti keterlibatan aktif PBNU dalam mendukung calon tertentu dalam Pilpres 2024 dan kemunduran organisasi menjadi perhatian utama.

“Itu dirasakan langsung oleh warga NU dan merugikan umat,” tegas Gus Salam.

Didengungkan Pengangguran

Secara terpisah, Ketua PBNU Abdullah Latopada menyatakan, tidak ada PWNU dan PCNU yang terlibat dalam wacana penyelenggaraan MLB NU. Menurut Latopada, isu MLB diembuskan sejumlah pihak yang tidak memiliki legitimasi dalam kepengurusan.

“Saya pastikan tidak ada (pengurus) cabang ataupun wilayah yang ikut. Itu hanya wacana yang didengungkan segelintir orang pengangguran,” kata Latopada kepada wartawan sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Ahad (15/9/2024), dikutip dari Antaranews.***