
PEKANBARU – Badan Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) kembali memfasilitasi pemulangan 19 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia melalui Pelabuhan Dumai. Dari jumlah tersebut, satu PMI meninggal dunia saat menunggu proses pemulangan, sementara satu lainnya terdeteksi terinfeksi HIV.
Rombongan PMI tiba di Pelabuhan Dumai sekitar pukul 16.20 WIB menggunakan Kapal Indomal Regal. Setibanya di lokasi, para PMI menjalani pemeriksaan dokumen keimigrasian, pemeriksaan kesehatan, serta pendataan oleh BP3MI Riau bersama P4MI Kota Dumai.
Selanjutnya, seluruh PMI dibawa ke Rumah Ramah PMI di P4MI Dumai untuk mendapatkan layanan pendampingan, pelindungan, serta pembekalan mengenai risiko bekerja ke luar negeri secara nonprosedural.
Di sela menunggu proses pemulangan, seorang PMI bernama Muhanip Bin Radi dinyatakan meninggal dunia. Almarhum tercatat sebagai warga Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Almarhum merupakan satu dari 19 PMI bermasalah yang dideportasi dari Depot Tahanan Imigrasi Kemayan, Pahang, Malaysia,” ujar Kepala BP2MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan.
Fanny menjelaskan, kondisi kesehatan Muhanip sempat mengalami penurunan sesaat setelah tiba di Dumai. “Berdasarkan laporan petugas, korban tiba-tiba kehilangan kesadaran usai mandi dan duduk bersama rekan-rekannya,” jelasnya.
Korban sempat mendapat pertolongan pertama dari petugas dan sesama PMI, lalu segera dievakuasi ke RS Awal Bros Dumai untuk penanganan medis darurat. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, pihak rumah sakit menyatakan Muhanip telah meninggal dunia Sabtu malam sekitar pukul 20.20 WIB.
“Jenazah korban dipindahkan ke RSUD Dumai dan ditempatkan di ruang pendingin sambil menunggu proses pemulangan ke daerah asal,” kata Fanny.
BP3MI Riau telah berkoordinasi dengan BP3MI NTB untuk menelusuri alamat keluarga almarhum serta memastikan proses pemulangan jenazah berjalan lancar. “Seluruh biaya pemulangan jenazah ditanggung negara melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, termasuk penyediaan ambulans hingga pengiriman ke Lombok Timur,” ungkapnya.
Selain itu, dari hasil pemeriksaan kesehatan terhadap 19 PMI deportasi, petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan Pelabuhan Dumai juga menemukan satu PMI berinisial RJB asal Sumatera Utara yang terdeteksi mengidap HIV.
“Kondisi yang bersangkutan stabil dan telah mendapatkan penanganan awal sesuai prosedur. Selanjutnya tetap difasilitasi untuk dipulangkan ke daerah asal,” jelas Fanny. ***