DUMAI, GORIAU.COM - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Dumai dinilai tebang piling dalam hal melakukan penggusuran terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL). bahkan, Satpol PP justru dituding menerima suap dari sejumlah pedagang, tudingan tersebut dipicu dari penggusuran salah seorang pedagang nasi di depan Kilang Pertamina Dumai yang menggunakan lapak bahu jalan raya Putri Tujuh.

Pantauan Goriau.com Kamis (19/9/13) kemarin salah seorang pedagang nasi dipinggir jalan raya Putri Tujuh dibongkar paksa oleh sejumlah Satpol PP. Anehnya, dari tujuh pedagang yang menjajalkan dagangannya hanya satu yang dibongkar oleh penegak perda tersebut.Darmayanti, pedagang nasi yang menjajalkan dagangannya di depan kilang operasional PT Pertamina Dumai, jalan Putri Tujuh kepada Goriau.com menyebutkan satpol PP milih kasih dalam hal melakukan penertipan. Jutsru Satpol PP dituding terima suap dari sejumlah pedagang agar tidak digusur."Saya rasa sudah dibayar makanya mereka tidak digusur," ungkap Darmayanti kesal setelah warungnya dibongkar paksa oleh sejumlah oknum satpol PP.Darmayanti mengharapkan Satpol PP mampu bekerja tegas dan profesional."Kenapa hanya saya yang digusur, sementara enam pedagang lainnya justru dibiarkan berjualan," kesalnya.Terpisah, Kasatpol PP Kota Dumai, Bambang Wardoyo, kepada Goriau.com menjelaskan pihaknya hanya menggusur pedagang baru justru pedagang yang lama masih diberikan kebebasan untuk berjualan."Dia itu pedagang baru yang baru dua hari berjualan, kita sudah sepakat dengan para PKL disana untuk tidak menambah pedagang baru, justru yang lama disarankan agar tidak berjualan ditaman kota tersebut," ungkap Bambang.Dikatakan mantan Kabid Udara Dishub Dumai itu, Sebelumnya terdapat 12 pedagang. Namun saat ini sudah menyisakan 6 pedagang yang masih bertahan berjualan."Jika dibiarkan bisa ratusan nanti yang berjualan disana, maka dari itu untuk yang baru kita larang dan yang lama jika sudah tidak berjualan lagi dinas tata Kota berencana akan membangun taman disana." jelasnya.(egy)