PASIR PANGARAIAN, GORIAU.COM - Santri Pondok Pesantren Darul Hasanah mendoakan pasangan calon Gubernur Riau, Herman Abdullah dan Agus Widayat bisa duduk sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau periode 2013-2018 mendatang.

Doa tersebut diberikan mengingat pasangan ini berjanji akan melakukan pembangunan pondok pesantren yang kondisinya kini sangat memprihatinkan itu.

"Saya sangat miris melihat pesantren ini, tidak terjamah oleh pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, padahal ini negeri Seribu Suluk," tegasnya.

Agus yang hadir bersama petinggi partai pendukung pasangan no 1 ini dikawal oleh ratusan anggota Polres Rohul. Pada kesempatan itu, Agus berjanji akan memberi perhatian lebih kepada pesantren jika terpilih sebagai Wakil Gubernur Riau nanti.

''Program kita yang jelas mencerdaskan anak bangsa, makanya pendidikan gratis menjadi program kita, terutama pendidikan agama, dan insyaallah pesantren Darul Hasanah ini akan kita benahi agar santrinya bisa belajar dengan nyaman," katanya.

Mendengar janji calon Wakil Gubernur No 1 ini, seluruh santri Darul Hasanah mendoakan pasangan ini duduk untuk memimpin Riau kedepan.

Setelah melakukan kunjungan di pesantren Darul Hasanah, dr Agus Widayat juga mengunjungi stasiun radio swasta di Negeri Seribu Suluk dan melakukan dialog interaktif bersama radio Osama Rokan Hulu.

Dalam dialog tersebut, calon Wakil Gubenur tersebut juga mengatakan bahwa dirinya bersama Calon Gubernur Riau, Herman Abdullah akan memperhatikan fasilitas yang mendukung ekonomi masyarakat.

Setelah itu, calon Wakil Gubernur Riau, dr Agus Widayat juga melakukan kampanye dialogis di Dusun Kumu Deli, Desa Rambah Hilir, Rohul, kampanye dialogis tersebut dilaksanakan di kebun karet.

Dalam kampanye dialogis yang dihadiri oleh mantan Wakil Bupati Rohul, Sukiman, dirinya juga mengatakan bahwa setiap kepala desa jangan takut untuk mendukung calon kandidat Gubernur Riau diluar kandidat yang berasal dari pejabat daerah.

"Jangan takut kalau mendukung kami menjadi pasangan Gubernur Riau, tidak bisa kepala daerah memecat kepala desa karena kepala desa dipilih masyarakat bukan dipilih kepala daerah," ungkapnya. (rls)