BENGKALIS, GORIAU.COM - Tidak ada yel-yel, tidak ada goyangan artis dangdut, tidak ada pengerahan massa, dan tidak ada arak-arakan, begitulah perjalanan kampanye calon Gubernur Riau Ir HM Lukman Edy M.Si di sejumlah titik di Kabupaten Bengkalis sepanjang Senin (26/8/2013). LE melakukan kampanye dengan blusukan dan kunjungan ke sejumlah tempat.
Senin (26/8/2013) pagi, usai nginap bersama rombongan di rumah H. Bakrie, seorang tokoh masyarakat Selat Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis; LE –begitu ia akrab disapa—memilih sarapan di kedai kopi Yogyakarta di pusat Kota Bengkalis. Di sini LE sempat bertemu dan berdialog dengan sejumlah warga, sembari menjelaskan program-programnya yang terangkum ke dalam 4 Pilar.
Mengapa memilih blusukan ke kedai kopi yang tergolong ramai di pasar Kota Bengkalis itu? ''Ini sekadar mengisi kekosongan waktu,'' ujar LE berdalih. Menjelang dilakukan serangkaian kegiatan inti, menurutnya, daripada tidak ada kegiatan, maka ia memilih mendatangi kedai kopi untuk bertemu dan berdialog dengan warga. Kendati kegiatan selingan, toh LE mengaku lumayan banyak juga memetik manfaat dari kegiatan itu.
Dari sana, LE bergerak ke sebuah penginapan di kawasan Jalan Pembangunan Kota Bengkalis. Di sini LE bertemu dan berdialog dengan ratusan tokoh masyarakat Bengkalis. Hampir sama dengan kegiatan di sejumlah tempat lainnya, di sini LE juga menerangkan tentang program 4 Pilar, yang diklaim sebagai program yang didedikasikan untuk kepentingan masyarakat banyak.
Usai menghadiri pesta perkawinan seorang puteri tokoh NU di Bengkalis, LE bergerak ke sebuah rumah warga keturunan Tiong Hoa, masih di Bengkalis.
Memanfaatkan masa menunggu Roro untuk menyeberangkan rombongan dari Pelabuhan Bengkalis ke Sungai Pakning, LE menyempatkan diri membuka dialog dengan sejumlah warga yang ditemuinya di pelabuhan. Antara lain, LE berdialog dengan seorang guru TK di Desa Petani. Kepada guru TK itu, LE menanyakan bermacam hal, termasuk gaji yang ia terima sebagai guru honorer.
Di Desa Sejangat, tepatnya di RT 02/RW 02 Dusun Sukajadi, Kecamatan Bukit Batu, LE diterima oleh puluhan tokoh masyarakat Desa Sejangat. Di sini LE menceritakan tentang kondisi politik terakhir di Riau, terutama terkait Pilgub 2013. “Usai debat kandidat di sebuah televisi swasta belum lama ini, alhamdulillah rating kita terus melonjak naik dibandingkan dengan kandidat-kandidat lainnya,” kata LE.
Diakui LE, debat kandidat yang ditayangkan secara live (langsung) oleh sebuah televisi swasta itu sangat membantu mengangkat popularitas dan elektibilitasnya. Salah satu dampaknya, menurut mantan menteri tersebut, rating ia bersama pasangannya di peta persaingan Pilgub Riau 2013 terus menunjukkan trend meningkat di sejumlah media online yang menyelenggarakan jajak pendapat (poling).
Bahkan, menurut LE, sebuah media online lokal pada posisi terakhir menempatkan pasangan yang akrab dipanggil Lurus sebagai pasangan peringkat teratas dengan dukungan yang sangat signifikan, di atas 45 persen responden. ''Kalau saja margin error poling itu 5 persen, sudah hampir dipastikan pasangan Lurus akan memenangi ajang Pilgub Riau 2013 dengan satu kali putaran saja,'' katanya.
Tapi LE meminta para pendukungnya untuk tidak cepat berpuas diri dengan kondisi yang ada. ''Jangan sampai kondisi tersebut membuat kita cepat berbangga dan berpuas diri sehingga lupa untuk melakukan langkah-langkah strategis lainnya,'' kata LE. Karena, menurut LE, perjuangan yang sesungguhnya baru akan dilihat hasilnya pascapuncak Pilgub Riau 4 September mendatang.
Tapi LE juga mengingatkan, langkah-langkah strategis yang dimaksud bukan dengan cara memasang baliho yang besar-besar atau membekali tim sukses dengan pakaian seragam yang mentereng, dan lainnya. ''Mari kita rebut hati rakyat Riau dengan menyodorkan program yang kita nilai akan memberi kemaslahatan bagi kepentingan daerah dan kepentingan masyarakat itu sendiri,'' katanya. (rls)