
SELATPANJANG - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) membersihkan tempat pembuangan sementara (TPS) di Jalan Rumbia Selatpanjang. Sampah yang sudah lama menumpuk itu dibongkar dan dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Gogok, Tebingtinggi Barat.
Menurut Kepala DLHK Kepulauan Meranti, Hendra Putra, upaya pembersihan TPS Jalan Rumbia dimulai sejak, Kamis (11/1/2018).
Untuk mengangkut sampah yang sudah sejak lama menumpuk di Jalan Rumbia itu, DLHK mengerahkan 7 armada. 5 unit terdiri dari colt diesel dan 2 unit pick up.
Pantauan GoRiau, 7 armada ini bolak balik mengantarkan sampah ke Gogok. Sampah-sampah yang sudah sejak lama tertimbun di Jalan Rumbia dibongkar dengan cangkul. Lalu, sampah itu dimasukkan ke dalam goni untuk selanjutnya dibawa ke mobil.
"Kita sudah berkoordinasi dengan PU untuk menanyakan alat berat. Katanya operator tidak ada untuk mengoperasikan (alat berat, red) itu," kata Hendra Putra.
"Waktu mendapat limpahan bidang kebersihan dari PU, kita hanya menerima personil dengan beberapa peralatan sederhana seperti cangkul dan sapu saja," tambah Hendra Putra.
Diharapkan mantan Kaban Penanaman Modal Kepulauan Meranti ini lagi, terkait penanganan masalah sampah, semua pihak bisa bersinergi. Hendra mengaku masalah sampah bukan hanya tugas DLHK. Camat, lurah dan Kades harus sama-sama mencarikan solusi dan turun ke lapangan.
"Seperti di Jalan Rumbia, setelah kita bersihkan mau diapakan lahan ini. Pihak kecamatan dan kelurahan lah yang punya usulan," ujarnya.
Selain membersihkan TPS di Jalan Rumbia, DLHK juga akan menertibkan tempat pembuangan sampah liar. Itu ada di beberapa tempat yang memang saat ini sudah mengganggu pemandangan dan penciuman.
"Memang sedang kita petakan, ada beberapa jalan memang harus diletakkan tong sampah besar. Karena sudah jadi TPS liar," aku Hendra.
Ia pun berharap pembangunan TPA di Desa Kundur yang menggunakan APBN bisa terwujud tahun ini. Sebab, dengan volume sampah yang mencapai 22 ton perhari, di Kepulauan Meranti membutuhkan lahan TPA yang lebih luas. ***