
BAGANSIAPIAPI - Bupati Rokan Hilir (Rohil), Riau Suyatno AMp menghadiri perayaan natal Oikumene pada Senin (28/12/2015) malam. Jemaat yang hadir terdiri dari 6 gereja Kristen Protestan dan Kristen Katolik se-Bagansiapiapi.
Dalam sambutannya, Suyatno meminta seluruh jemaat kristen yang mayoritas bersuku Batak bersatu membangun Rohil. Perselisihan antara suku Batak dengan suku lain pada masa lalu harus dilupakan.
"Pintu gerbang Rokan Hilir senantiasa terbuka dari suku mana saja dia berasal untuk mencari nafkah disini. Apakah itu dari Suku Batak, Minang, Jawa dan sebagainya. Pilkada sudah usai. Saya tidak ingin mengenang siapa mendukung siapa. Mari kita menatap masa depan bersama sama untuk membangun," kata Suyatno di hadapan ratusan jemaat di Gereja HKBP jalan Gereja, Bagansiapiapi.
Suyatno mengemukakan, tahun 2015 hanya tinggal menghitung hari. Seluruh masyarakat harus intropeksi dan jadikan pengalaman masa lalu sebagai jembatan untuk menuju perubahan pada masa akan datang.
Jangan gara-gara perbedaan watak dan karakter masing-masing suku sebagai penghambat. Jadikan keragaman suku sebagai modal dasar pembangunan.
"Saya mengenal karakter suku Batak. Walau keras, tapi hati mulia. Apalagi saya pernah menjabat sebagai camat Bagan Batu. Jika ada perselisihan antar suku, saya langsung memanggil pengurus IKBAS," ujar Suyatno pemerakarsa terbentuk Ikatan Keluarga Besar Antar Suku (IKBAS).
Suyatno mengungkapkan, pertumbuhan penduduk Rohil cukup tinggi. Itu menandakan, terdapat banyak potensi di sini. Peran serta seluruh elemen masyarakat serta suku sangat penting untuk menuntaskan semua perbedaan.
Sementara itu, Pendeta Gereja HKBP Lumban Gaol meminta Suyatno mengikuti jejak Almarhum Gusdur. Dia dikenal sebagai Bapak Pluralisme. Karena menurutnya, seluruh jemaat pastilah menginginkan kedamaian dan kemakmuran.
Pendeta juga meminta Suyatno harus berjiwa besar jika ada masyarakat yang mengkritik kebijakannya sejauh untuk kepentingan masyarakat.
"Kami ingin pemimpin selalu bersama rakyatnya karena pemimpin merupakan titipan dari Tuhan," kata Pendeta Lumban Gaol.
Perayaan natal oikumene ke-34 gereja di Bagansiapiapi mengambil tema hidup bersama sebagai keluarga Allah, kita sambut sang raja damai utk mempersatukan dan merekatkan kebersamaan kita sebagai keluarga Allah di Kabupaten Rokan Hilir.
Dalam acara itu Suyatno menyumbang dana pribadi untuk menyambut perayaan natal sebesar Rp 15 juta dan berjanji akan menganggarkan dana rehab gereja Rp50 Juta pada tahun depan.(amr)