
PEKANBARU - TNI dan Polri di Provinsi Riau berbulan-bulan ini disibukkan dengan upaya pemadaman di lahan yang terbakar. Kabupaten Rohil, Dumai, Kepulauan Meranti dan Bengkalis jadi kawasan terparah dalam bencana tersebut.
Namun di balik itu, banyak kisah suka duka yang dialami para personil di lapangan yang tak sempat terekspose publik. Saban hari dari terbit matahari hingga malam mereka berjibaku memadamkan api yang membakar habis lahan bergambut tebal.
GoRiau.com yang sempat terjun langsung ke lokasi berhasil merangkum beberapa moment terbaik yang spontan dilakukan polisi dan TNI disela-sela aktivitas berat mereka dalam memadamkan api.
1. Kapolda Riau makan bersama dengan bawahannya di lahan gambut. Mendapat laporan bahwa kebakaran lahan sudah meluas di Rohil, membuat Kapolda Riau Brigjen Supriyanto berinisiatif terjun langsung memadamkan api.
Dua hari satu malam Brigjen Supriyanto menginap di Rohil guna memastikan agar api tidak menyebar. Beratnya medan dan jauh dari akses kendaraan membuat upaya tersebut makin berat. Belum lagi lahan gambut sangat panas akibat mengendapnya bara api.
Sebab itu, untuk makan siang saja Kapolda tak bisa ke luar dari area ini. Dia pun memilih makan nasi bungkus jatah yang dikirim tim logistik yang harusnya diperuntukkan buat satgas darat di lapangan.
Supriyanto dengan lahap makan dengan seluruh jajarannya di bawah pohon sawit. Sementara di belakang mereka, asap tipis dari lahan yang terbakar masih muncul. Ia juga menyempatkan diri menghibur mereka yang terlihat sudah kelelahan.
2. Kapolres Rohul Yusup Rahmanto salat di lahan yang terbakar. Kondisi serupa juga dialami Kabupaten Rohul. Jauhnya akses dan sulitnya medan membuat polisi-polisi di lapangan tak bisa berbuat banyak. Sekali masuk, maka sulit untuk ke luar.
Namun ini tidak membuat Yusup menunda ibadahnya. Beralaskan barang seadanya, Kapolres Rohul tersebut melaksanakan ibadah salat Dzuhur, yang jaraknya hanya beberapa meter dari lahan yang terbakar tersebut.
3. Kapolres Rohil AKBP Hendri Posma Lubis padamkan api pakai pelepah sawit. Moment ini juga sempat diabadikan GoRiau.com. Saat itu Kapolres turun ke kawasan Rantau Bais yang terbakar hebat. Mayoritas lahan ini adalah kebun sawit dan kondisinya kering.
Tak ayal, mesin pompa yang dibawa jauh-jauh ke dalam tak bisa menjangkau titik kebakaran dikarenakan sumber air jauh dan sebagian sudah kering. Solusinya, Hendri mengambil parang dan memotong beberapa pelepah sawit.
Pelepah itu dia gunakan untuk memadamkan api. Ini terasa kian sulit disebabkan angin saat itu bertiup kencang, sehingga asap menyebar ke mana-mana. Meski begitu, mereka tetap berusaha menjinakkan api, dengan dibantu oleh bom air dari Satgas udara.
4. Upacara bendera HUT ke-70 RI. Lantaran tidak bisa meninggalkan tugas pemadaman, membuat para personil di lapangan harus melewatkan detik-detik kemerdekaan Indonesia seadanya. Mereka menggelar upacara di lahan yang terbakar ini.
Aksi itu serentak di lakukan di seluruh Riau, terutama kabupaten yang paling parah terpapar kebakaran lahan. Dengan tiang kayu seadanya, bendera merah putih pun berkibar di tengah-tengah lahan dan hutan, disertai prosesi upacara yang sederhana. ***