SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kepulauan Meranti, Drs Irmansyah MSi, menegaskan berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan di Energi Mega Persada (EMP) Malacca Strait SA, limbah yang mencemari laut Rangsang tepatnya di Desa Sungai Gayung Kiri, Kecamatan Rangsang sejak pekan lalu adalah TAR.
Demikian disampaikan Irmansyah, ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (7/2/2014). Irmansyah memastikan. TAR tersebut tidak terlalu membahayakan jika dibandingkan dengan LB3.
"Ternyata TAR. Kita sudah mendapatkan hasil uji lab nya kemarin (Kamis 6/2/2014, red)," katanya.
Kemudian ditambahkan Yonari, selaku Kepala Bidang (Kabid) Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) BLH Kepulauan Meranti, TAR merupakan juga LB3 hanya saja masih bisa dimanfaatkan.
Yonari juga menjelaskan, dugaan itu sebagai LB3 bekas pencucian kapal tangker tidak terbukti, sebab tidak ada kandungan besi di dalam limbah berwarna hitam itu.
"Kalau bekas pencucian tangker di dalamnya pasti ada kandungan besi, ini tidak ada," ujar Yonari pula.
Meski itu hanya TAR, Yonari juga berharap Pemprov bisa membantu mengatasi, sebab di Kepulauan Meranti sendiri memiliki keterbatasan. Apalagi kata Yonari, meski itu hanya TAR, tapi bisa menyebabkan mangroove mati.
"Tadi kita sudah mengirim surat ke Pemkab dan ditandatangani Sekda, dan ini akan langsung kita fax ke Provinsi, kita minta Pemprov membantu mengatasi limbah ini," ujar Yonari lagi.
Disampaikan Yonari juga, saat ini TAR itu sudah memasuki perairan Tanjung Kedabu. Ia hanya bisa menghimbau agar Nelayan lebih hati-hati, sebab menurutnya pula sudah lebih dari 8 Nelayan yang jaringnya rusak akibat TAR ini.(zal)