SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Meranti telah mendata semua titik kebakaran yang ada di wilayah hukum Polres Meranti. Setidaknya sampai, Jumat (7/2/2014) malam kumlah lokasi kebakaran hutan tdk ada penambahan yaitu 11 titik.

Demikian disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, kepada GoRiau.com, Jumat malam ini. Kata Pandra perkembangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Polres Meranti hingga Jumat malam adalah sebagai berikut,

Yang pertana Karhutla di Desa Teluk Kepau, jumlah lahan yang terbakar sekitar 2000 Ha, Pemilik lahan PT. NSP dan masyarakat, adapun lahan yang terbakar adalah kebun sagu.

"Penyebab dalam lidik polres Meranti. Api hingga saat ini masih menyala di beberapa titik," ujar Pandra.

Ditambahkannya lagi Karhutla di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur, luas 200 Ha, lahan ini milik masyarakat yang terdiri dari kebun sagu dan karet. Sebab kebakaran masih dalam Lidik.

"Di sini api dikabarkan sudah padam," tambah Pandra lagi.

Selain itu, Desa Batin Kecamatan Tebing Tinggi juga terjadi karhutla seluas 100 Ha. Pemilik lahan adalah masyarakat, lahan yang terbakar berupa kebun sagu yang siap panen, saat ini api telah padam.

Kemudian karhutla selanjutnya di Desa Kayu Ara Kecamatan Rangsang pesisir. Luas lahan yang terbakar lebih kurang 600 Ha, yang terdiri dari 150 Ha kebun karet masyarakat, 230 Ha kebun sagu masyarakat dan 220 Ha semak belukar. Api saat ini telah padam namun masih berasap akibat lahan gambut.

"Data sementara, jumlah lahan terbakar lebih kurang 2500 Ha," kata Pandra.

Sementara itu, atas kejadian ini disampaikannya pula langkah yang telah dilakukan, adalah telah mendatangi TKP dan pul baket penyebab karhutla. Selain itu juga telah dilakukan rakor bersama Unsur Pemda Dinas Kehutanan, BLH , Kecamatan dan masyarakat Peduli api serta pihak PT sebagai pemilik lahan. Kemudian Bupati Kabupatan Meranti telah mengirim surat kepada BPBD Provinsi Riau agar dapat memberikan bantuan peralatan seperti helikopter dalam penanggulangan pemadaman kebakan tersabut.

"Saat ini Sat Reskrim Res Meranti masih mendalami penyebab Karhutla dan akan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi," bebernya.(zal)