BENGKALIS, GORIAU.COM - Ibarat mengharapkan burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan. Begitulah nasib masyarakat miskin yang menerima bantuan rumah layak huni (RLH) dari Pemkab Bengkalis yang dianggarkan tahun 2011 lalu. Rumah asli warga miskin ini sebelumnya sudah dirobohkan karena pemerintah akan membangunkan rumah baru, namun kenyataannya pengerjaan rumah layak huni justru mengewakan.

Ternyata, rumah layak huni bantuan Pemerintah Kabupaten Bengkalis tahun 2011 masih ada yang tak selesai dikerjakan oleh organisasi masyarakat setempat. Padahal rumah tersebut sangat diharapkan oleh para rumah tangga miskin. RLH yang dialokasikan melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bengkalis tahun 2011, selain tidak tuntas dikerjakan oleh OMS, pekerjaannya juga terkesan asal jadi.Mirisnya lagi, pemilik rumah yang memperoleh bantuan ada yang sudah terlanjur merobohkan rumah miliknya yang lama.Seperti di Dusun Kelapa Sari, Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Data yang diperoleh setidaknya ada 3 unit RLH tidak tuntas dikerjakan oleh OMS.Diantaranya RLH yang diterima Fatimah, warga Jalan Parit Tengah RT/RW 02/03 Dusun Kelapasari, Desa Muntai. Pekerjaan yang tidak selesai tersebut diantaranya lantai rumah sama sekali tidak diseminasasi dan hanya berlantai tanah, plester dinding luar dan dalam tidak dilakukan, tanpa dipasang plafon rumah, sejumlah pintu dan jendela tidak dipasang dan WC sama sekali juga tidak dikerjakan.“Sangat prihatin melihat kondisi rumah bantuan itu. Jika dihitung ada tujuh item pekerjaan yang sama sekali tidak dikerjakan. Sedihnya lagi, rumah lamanya sudah terlanjur dirobohkan. Mau tidak mau terpaksa menempati rumah bantuan itu meski tidak siap dikerjakan,” ujar Amin (38), salah seorang warga Dusun Kelapasari, Desa Muntai yang menerima bantuan.Kepala Desa Muntai, Junaidi ketika dihubungi menyatakan bahwa proyek pembangunan RLH tersebut bukanlah kewenangan pihak desa. Desa hanya sebatas menyampaikan usulan RTM yang layak menerima RLH. Akan tetapi masalah ini sudah disampaikan beberapa kali ke kecamatan dan ke pihak Cipta Karya. Sementara yang mengerjakannya adalah OMS. (jfk)