
PEKANBARU – Anggota komisi IV DPRD Riau Manahara Napitupulu mengungkapkan kondisi Jalan Lubuk Kandis-Pangkalan Kasai Kabupaten Inhu rusak parah, padahal jalan yang merupakan urat nadi masyarakat desa Lubuk Kandis ini baru selesai diaspal pada Januari lalu.
"Saat komisi IV RDP dengan PUPR PKPP Provinsi Riau pada 23 Maret lalu, foto dan vidio kondisi Jalan yang rusak itu kita putar, memang kondisinya sangat parah, " kata Manahara Napitupulu, Kamis (25/5/2023).
Politisi Demokrat ini menduga rusaknya jalan tersebut akibat mutu atau kualitas jalannya sangat rendah karena yang melintas dijalan tersebut hanya kendaraan pengangkut buah sawit," Mobil truk balak, batu bara tak ada yang melintasi jalan tersebut, memang ada truk CPO yang lewat tapi hanya sesekali yang jelas kualitas jalannya sangat tidak bagus," ucapnya.
Manahara menjekaskan, Kadis PUPR Arief Setiawan berargumen PHO (serah terima pekerjaan-red) tahap 1 dan 2 belum dilakukan.
"PUPR juga berjanji akan melakukan audit dulu dan kontraktor akan diminta pertanggung jawabannya," ucapnya.
Komisi IV tambah Manhara akan mengawasi apakah pekerjaan tersebut benar-benar diaudit dan pencairan dananya berapa persen, sesuai tidak dengan kualitas jalan.
"Kalau tak sesuai tak tertutup kemungkinan komisi IV DPRD Riau akan merekomendasikan ke Aparat Penegak Hukum (APH).
Berdasarkan data yang didapat dari laman. lpse.riau.go.id, kontraktor pembangunan jalan tersebut adalah PT Barata Sumatera yang beralamat di Jalan Tengku Bey Komplek Bumi Sejahtera C6/17 Air Dingin Kecamatan Bukit Raya. Dana APBD Provinsi Riau yang digelontorkan untuk proyek tersebut, dengan pagu anggaran Rp5.962.500.000,00 dan HPS Rp 5.943.072.708,00.
Kadis PUPR PKPP Arief Setiawan dimintai konfirmasi melalui pesan Whattshap hingga berita ini tayang belum diresponnya, begitu juga telpon dari goriau.com juga diabaikannya. ***