PEKANBARU - Beberapa pedagang cinderamata yang datang dari berbagai daerah, keluhkan mahalnya sewa tempat di areal Konggres HMI XXIX Pekanbaru. Lokasi yang tepat berada di depan halaman Gedung Gelanggang Remaja tersebut dibandrol Rp300 ribu perhari oleh panitia lokal.

Roni, salah satu pedagang baju kaos asal Jakarta kepada GoRiau.com mengaku keberatan dengan tingginya sewa tempat tersebut. "Setiap acara Konggres HMI, saya selalu datang untuk numpang cari rejeki dengan berjualan baju kaos yang saya sablon dengan tema konggres, tapi di Pekanbaru ini yang paling mahal mas, perhari mereka (Panitia lokal) meminta Rp300 ribu perharinya," ungkap Roni, Selasa (24/11/2015)

Selain biayanya yang mahal Roni juga mengeluh, karena peserta konggres banyak yang tidak masuk ke Areal gedung akibat ulah para rombongan liar(romli) yang sempat membuat keributan. "Dengan dibatasinya para peserta, otomatis minat pembeli juga kurang mas, kalau di Konggres HMI sebelumnya saya bisa berpenghasilan Rp2 juta perhari, tapi disini paling banter Rp500 ribu," tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan Jefry, salah satu pedagang asesoris asal Kota Bukit Tinggi Sumatera Barat. Dirinya mengaku keberatan dengan harga sewa tempat yang diminta panitia. "Saya kan jualanya cuma diemperan begini, aneh juga kalau panitia ngotot minta segitu. Harusnya mereka juga ngertilah dengan kondisi kita, kami mohon panitia memberi keringanan," tutur Jefry.

Baik Jefry maupun Roni, keduanya saat ini dengan dibantu beberapa mahasiswa masih menunggu pihak panitia untuk meminta keringanan harga sewa. "Kami akan nego Rp150 ribu, mudah-mudahan saja mereka mau," ungkapnya.

Sampai berita ini diposting, belum ada keterangan resmi dari pihak panitia lokal maupun pusat, terkait masalah tersebut. Bahkan ketika GoRiau.com mencoba klarifikasi soal sewa tempat tersebut, tidak satupun panitia yang bisa memberikan jawaban, dengan alasan masih sibuk proses registrasi anggota konggres.***