MEDAN, GORIAU.COM - Tampaknya meskipun sering disoroti publik dan menjadi pembahasan di tingkat nasional namun aksi para mafia lllegal logging masih tetap merajalela di bumi persada nusantara ini. Buktinya aksi penggundulan hutan masih saja marak terjadi di wilayah hutan Provinsi Riau.

Betapa tidak, ratusan truk tronton yang membawa ribuan ton kayu hutan dari kawasan Provinsi Riau setiap hari bebas beraksi dan malang melintang menuju Kota Medan, tanpa adanya hambatan berarti dari pihak penegak hukum.

Demikian dikatakan Js Leo Siagian (Koordinator Tim Monitoring Illegal Logging) mencermati masih maraknya aksi perambahan hutan di sejumlah daerah di Indonesia.

“Dari informasi rekan-rekan saya di Kalimantan aksi perambahan hutan juga marak di sana. Nah, untuk pulau Sumatera, saya kembali mendapat informasi soal aksi mafia kayu di wilayah Riau. Aksi ini harus segera dihentikan dan menangkap para cukongnya,” tegas Leo Siagian, yang juga sebagai pembina LSM PERINTIS itu.

Untuk persoalan perambahan hutan di wilayah Riau ini, kata Leo Siagian, pihaknya telah menurunkan tim khusus, dan dari hasil investigasi tim nya di TKP (Tempat Kejadian Perkara), diketahui ada 1 unit mobil truk Trinton BK 8090 CP mengisi muatan kayu diduga illegal logging akan segera meluncur ke Medan.

Bahkan Leo Siagian terang-terangan membeberkan catatan khusus para sindikat mafia kayu itu, yakni HS(cukong/ tauke/ pemodal, warga Ujung Tanjung Kabupaten Bengkalis dan juga pemilik salah satu SPBU di kawasan tersebut.

Sedangkan MTS (Kordinator lapangan) dan pengurusan untuk surat-surat SAKO ataupun surat-surat lainnya yang asli tapi palsu tersebut.

Tidak disitu saja, pria ini juga bertugas sebagai tukang memberi ‘sawer’ kepada oknum aparat, oknum LSM, ataupun oknum wartawan. Bahkan MTS ini dulu disebut-sebut sebagai anak buahnya Nazaruddin sang mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, karena dialah yang menangani kebun sawit milik Nazaruddin.

“Selain HS dan MTS, ada satu nama lagi yakni BN, yang bertugas sebagai Kordinator pengiriman kayu/ pengamanan di jalan,” beber Leo Siagian yang juga mantan pengurus DPP Partai Demokrat tersebut, hari ini.

Disebutkan, ada sekitar 26 Sawmill penggergajian kayu yang mereka koordinir di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Tidak tanggung-tanggung, Omset dari permainan mereka ini sekitar Rp800 juta setiap satu kali pengiriman, dimana kalkulasinya 3 x seminggu, 2 atau 3 kontainer.

Semua kayu hutan itu biasanya dibawa menggunakan Truk Kingkong, karena muatannya bisa membawa sekitar 35 ton kayu hasil curian dari hutan diduga berasal dari sawmil liar di Jl Sei Kapas, Rangau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.

“Kalau aparat tegas maka pada hari Rabu (27/2/2013) dinihari sekira pukul 01.30 WIB, truk Trinton yang membawa kayu itu tengah bergerak menuju ke Kota Medan. Diperkirakan truk raksasa itu akan tiba di Medan pada sore atau malam hari,”jelas Leo Siagian yang mantan Eksponen 66 ini.

Leo Siagian berharap kiranya aparat penegak hukum, khususnya jajaran Poldasu berkenan menindaklanjutinya dengan cara melakukan penangkapan secepatnya, agar praktek-praktek mafia illegal logging tersebut tidak berjalan secara terus-menerus, berkepanjangan dan merajalela.

“Diduga keras, oknum Kapolres, Kajari setempat di Kabupaten Bengkalis sudah ber-KKN-ria dengan mafia kayu tersebut. Saya sudah kirim laporan ini melalui pesan singkat (SMS) ke Kapolres Labuhan Batu, Kapolres Asahan, Kapolres Deli Serdang, jadi kita lihat saja bagaimana respon dari para penegak hukum tersebut,”tutur Siagian.

Di tempat terpisah, Hendra Silitonga selaku Tim Peduli Lingkungan Hidup dari LSM PERINTIS serta sebagai Tim Penilai Adipura Tahun 2012-2013 sangat pesimis dengan kinerja aparatur di negeri ini.

“Kami pesimis dengan aparat negara kita, bayangkan kemarin saja kami kasi informasi tentang aksi mafia kayu dan ada 2 truk raksasa membawa kayu hasil curian, namun tidak ada terdengar lagi apakah sudah ditangkap para pelakunya atau malah mungkin tidak disahuti laporan kami itu. Ada apa dengan penegak hukum kita,” ujar Hendra bertanya.

Dijelaskan Hendra, laporan pihaknya kemarin soal 2 truk Trinton yakni B 9792 EW dan BK 8789 VM yang diduga bawa kayu curian dari Riau ke Medan, namun beritanya tidak ada hingga saat ini. (wol)