SUNGAI PAKNING, GORIAU.COM - 1.040 siswa SD, SMP/MTs dan SMA/MA se-Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Siak Kecil mengikuti try out simulasi UN/UASBN yang ditaja KNPI Kecamatan Bukit Batu bekerjasama dengan Lembaga Asistensi Pelajar Super Assit Indonesia dari Kota Bandung di Gedung Bulopa, Minggu (3/3). Kegiatan ini turut didukung anggota DPRD Bengkalis Dapil Bukit Batu H Azmi Rozali Fatwa dan Pertamina RU II Sungai Pakning.

Try out akbar tersebut dibagi dua sesi. Sesi pertama dari pukul 08.00-12.00 WIB diikuti siswa SD dan SMP/MTs. Sedangkan sesi kedua diikuti siswa SMA/MA yang berasal dari Kecamatan Bukit Batu – Siak Kecil.

Pembukaan dihadiri anggota DPRD Bengkalis H Azmi R Fatwa, Ketua KNPI Bukit Batu Erwin Syah Putra, Direktur Utama Super Assist Indonesia Deni Ginanjar dan Direktur Operasionalnya Dedy Herwandy, General Affair Section Head Pertamina RU II Sungai Pakning Sunardi, Kepala CSR Agus dan ribuan peserta try out simulasi UN/UASBN.

Dalam sambutannya anggota DPRD Bengkalis Azmi R Fatwa mengatakan bahwa kegiatan try out sangat bermanfaat bagi siswa-siswi untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi UN dan UASBN.

“Ini merupkan kegiatan yang sangat positif di bidang pendidikan, agar adik-adik pelajar benar-benar siap secara mental dan pengetahuan dalam menghadapi UN maupu UASBN, Saya mengapresiasi kegiatan yang cetus Super Asisst Indonesia yang bekerjasama dengan KNPI Bukit Batu,” ujar Azmi.

Sementara Ketua KNPI Bukit Batu, Erwin Syah Putra, menyebutkan bahwa try out akbar ini bertujuan agar pelajar Kecamatan Bukit Batu dan Siak Kecil bisa lulus UN 100 persen, tidak boleh ada pelajar yang gagal UN dan UASBN. Tekad itu tentunya harus dibarengi dengan usaha baik oleh siswa sendiri dengan belajar tekun.

“Ke depan kita berharap try out ini bisa dilakukan 2 sampai 3 kali dalam setahun sehingga pelajar benar-benar siap menghadapi UN,” ujar Erwin.

Sementara Direktur Utama Super Assist Indonesia , Deni Ginanjar mengungkapkan bahwa lembaga yang dipimpinnya berpusat di Bandung, merupakan lembaga pertama di Indonesia yang menjadi pengganti Bimbel bagi pelajar.

“Alhamdulillah di Sungai Pakning ini kita bisa menggratiskan dana pendaftaran bagi peserta try out berkat support dari anggota DPRD. Kalau di Karimun beberapa waktu lalu peserta dipungut biaya Rp20.000 per orang,” ujar Deni.

Deni yang juga salah seorang motivator di Bandung, sempat memberikan motivasi belajar kepada peserta try out selama setengah jam. Menurutnya, siswa harus mengubah cara pandang terhadap pelaksanaan UN. Biasanya pelajar hanya menargetkan lulus UN, tapi sekarang harus diubah, yakni bagaimana menargetkan nilai terbaik karena lulus saja tidak tanpa nilai yang tinggi. (jfk)