PASIR PANGARAIAN, GORIAU.COM - Hujan lebat yang melanda Rokan Hulu sejak Rabu (12/11/2014) mulai pukul 21.30 Wib menyebabkan terjadinya banjir. Paling tidak 22 rumah di Dusun Surau Tinggi RT 02 RW 01 Desa Rambah Kecamatan Rambah Hilir terendam dengan kedalaman air 75 cm.

Sementara di lapangan saat ini situasi air sudah mulai surut dan warga sudah beraktifitas membersihkan rumah mereka masing masing. ''Sampai saat ini anggota Polsek Rambah Hilir masih berjaga-jaga di sekitar lokasi banjir,'' ujar Kapolres Rokan Hulu AKBP Pitoyo Agung Yuwono.

Dikatakan, akibat curah hujan tinggi, air Batang Lubuh meluap hingga merendam puluhan pemukiman Dusun Tulang Gajah Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah. Ketinggian air mencapai 50 cm, namun meski terendam banjir warga Desa Pamatang Berangan tetap santai karena menurut warga banjir yang terjadi di desa merupakan hal yang biasa.

Malah banjir yang merendam pemukiman warga tersebut dimanfaatkan sebagian warga untuk menyuci kendaraan dan sebagian pelajar tingkat SD yang tidak jauh dari lokasi banjir juga dimamfaatkan untuk bermain air.

Salah seorang warga Desa Pematang Berangan, Rusli mengatakan banjir yang terjadi tersebut sejak jam 5 pagi dan penyebab terjadinya banjir tersebut karena dari sore rabu hingga malam terjadi hujan deras di hulu Sungai Batang Lubuh yang mengakibatkan air sungai meluap.

''Hingga siang ini belum ada satupun petugas dari BPBD Rokan Hul yang datang. Untuk meninjau pemukiman warga Desa Pematang Berangan meskipun banjir tersebut belum membahayan bagi warga, namun banjir diperkirakan akan semakin meluas jika terjadi hujan lagi,'' sebut Rusli.

Tapi banjir telah merendam pemukiman warga Desa Pematang Berangan belum ada laporan dari warga terkait adanya kerugian baik perabotan rumah tangga dan tersmasuk kerusakan lainnya.

Rusli juga mengungkapkan banjir yang seperti ini sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat pematang berangan karena banjir yang dialminya bukan kali ini saja namun. Sudah puluhan kali setiap banjir yang terjadi di desanya hingga saat ini belum ada memakan korban jiwa.

Diperkirakan ribuan rumah di empat Kecamatan di kabupaten Rokan Hulu Kamis (13/11/2014) terendam banjir bandang. Akibat tingginya curah Hujan selama satu hari satu malam.

Sebagaimana disampaikan Camat Tandun Irwandi mengatakan, air diketahui naik ke rumah warga mulai pukul 01.00 wib malam, bertepatan saat warga sudah mulai tidur lelap dan air sudah mulai surut pada pukul 11.00 wib siang dengan ketinggian air mencapai 75 cm.

Menurut Irwandi, banjir bandang seperti itu sudah menjadi langganan di Kecamatan Tandun setiap tahunnya. Setiap musim penghujan, kondisi sungai selalu penuh karena tidak mampu menampung derasnya hujan, sedangkan kondisi sungai tersebut sudah dipenuhi sampah.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul Aceng Herdiana mengatakan, sesuai laporan dan data banjir bandang di Desa Tandun Kecamatan Tandun mulai pukul 00.01 Wib sampai pukul 11.00 Wib air mulai surut.

Sesuai dengan data yang diterima Korban terdata yakni di Desa Tandun Kecamatan Tandun sebanyak 750 KK rumah terendam banjir, kemudian rumah bergeser sebanyak 2 unit, akibat derasnya arus sungai Tandun, Sepeda motor terendam 15 unit, mobil 3 Unit, ternak ayam sebanyak 502 ekor dan satu unit jembatan miring akibat pondasinya digerus air.

Kemudian Desa koto Tandun Kecamatan Tandun jumlah rumah terendam sebanyak 51 KK, Desa Sungai Kuning sebanyak 50 KK. Sedangkan di Kecamatan Kabun sebanyak 150 KK terendam banjir, Kecamatan Rambah Hilir sebanyak 22 KK, Kecamatan Rambah terdampak 10 KK, juga terendam banjir.

Aceng mengatakAn sebagai Kepedulian Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) telah mengirimkan bantuan makanan siap saji yakni di Desa Tandun 7 karton mie instan, di Aliantan sebanyak 3 karton mie instan, sedangkan selama banjir tersebut tidak ada korban jiwa.

''Kita bekerja sama dengan masyarakat telah membuat dapur umum di pinggiran jalan raya yang tidak terancam banjir dan hingga saat ini air sudah mulai surut," pungkas Aceng. (ram)