PEKANBARU, GORIAU.COM - Setidaknya, 1.691 hektare tanaman pangan di Provinsi Riau mengalami gagal panen akibat kemarau sejak beberapa bulan terakhir. Seluruh lahan tersebut tersebar di 4 daerah di Riau.

Keempat daerah tersebut antara lain Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu dan Rokan Hulu. Kemarau panjang ini menyebabkan sejumlah tanaman mengalami kerusakan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Riau, Askardia Patrianov, Selasa (4/8/2015), mengatakan, 4 daerah tersebut paling parah dilanda kekeringan hingga merusak tanaman padi sekitar 1.300 hektare yang masuk kategori sedang dan berat.

"Memang kemarau saat ini sudah mengakibatkan kerusakan tanaman pangan. Namun, mayoritas kerusakan mencapai 1.300 hektare," katanya.

Di Kampar, 660 hektare lahan mengalami kekeringan, 541,8 hektare diantaranya lahan sawah padi. Kemudian 495 hektare lahan di Kuantan Singingi dilanda kekeringan, 397,5 hektare diantaranya lahan sawah padi padi.

Kemudian Rokan Hulu dengan total luas lahan mengalami kekeringan 263 hektare, dimana lahan tersebut kebanyakan ditanam jagung, sementara lahan padi dilanda kekeringan hanya berjumlah 6 ha dan Indragiri Hulu mengalami kekeringan seluas 273 hektare.

"Gagal panen kami prediksi terjadi di Riau, tapi tidak sebabkan krisis pangan. Ini dikarenakan sejumlah kabupaten seperti Kampar dan daerah lain telah melakukan panen raya sebelum musim kemarau," terang Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanak Provinsi Riau, Gusriani secara terpisah.***