
PEKANBARU – Puncak arus mudik Lebaran 2025 di Provinsi Riau diperkirakan terjadi Jumat (28/3/2025) atau H-3 jelang cuti bersama. Sementara arus balik diprediksi memuncak Senin (7/4/2025), tepat di akhir masa libur bersama.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Onki Hertawan, Rabu (26/3/2025).
Dinas Perhubungan Riau menyebutkan sebanyak 119 perusahaan angkutan umum akan beroperasi selama masa Lebaran. Total 853 armada disiapkan dengan kapasitas angkut mencapai 28.920 kursi.
“Armada yang tersedia terdiri dari berbagai jenis layanan, mulai AKAP, AKDP hingga angkutan pariwisata dan karyawan,” urainya.
Berikut rincian data operasional:
* Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP): 10 perusahaan, 118 armada, 5.310 kursi
* Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP): 58 perusahaan, 282 armada, 12.690 kursi
* Angkutan Kota Dalam Kabupaten (AJDP): 19 perusahaan, 153 armada, 2.295 kursi
* Angkutan Kota Antar Kabupaten (AJAP): 17 perusahaan, 95 armada, 630 kursi
* Angkutan Pariwisata: 13 perusahaan, 169 armada, 7.455 kursi
* Angkutan Karyawan: 2 perusahaan, 36 armada, 540 kursi
Cuti Panjang dan Sistem WFA Diprediksi Kurangi Kepadatan
Menurut Onki, mobilitas masyarakat saat mudik tahun ini cenderung menyebar karena durasi cuti bersama yang lebih panjang dan penerapan sistem Work From Anywhere (WFA) di sejumlah instansi dan perusahaan.
“Kami memprediksi arus mudik dan balik tidak akan terfokus pada satu waktu tertentu. Fleksibilitas kerja membuat perjalanan tersebar lebih merata,” jelasnya.
Dengan potensi lonjakan penumpang yang tetap signifikan, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang, memilih moda transportasi sesuai kebutuhan, dan terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang. ***