PEKANBARU - Provinsi Riau berada diurutan keempat dari sepuluh provinsi yang paling banyak mengendapkan dana di bank. Jumlah dana Riau yang mengendap di bank pun mencapai sebesar Rp2,867 triliun.

Ketika dikonfirmasi terkait hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi belum bisa banyak bicara. "Nanti saya cek dulu. Lebih lanjut juga bisa tanya kepada Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)," katanya kepada GoRiau.com, Kamis (4/8/2016) malam melalui sambungan telepon seluler.

Dikonfirmasi secara terpisah, Asisten II Setdaprov Riau Masperi yang turut hadir di Jakarta bersama Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman saat pengarahan Presiden RI Joko Widodo, menyatakan anggaran tersebut tersimpan di bank hanya bersifat sementara dan akan dikeluarkan dipergunakan untuk pembayaran kontrak proyek.

"Dana kita Rp2,8 trilun yang saat ini kita simpan di bank memang benar. Itu untuk pelaksanaan APBD 2016, terutama berkaitan untuk belanja modal," sebutnya.

Sesuai arahan Presiden Jokowi, dana yang mengendap di bank kiranya segera dipergunakan untuk pembangunan demi menggerakan perekonomian dimasyarakat.

"Dana yang tersimpan di bank itu diperkirakan mulai terserap untuk pembayaran kontrak proyek pada Agustus hingga September nanti," jelas Masperi.

Diperkirakan selama dua bulan kedepan sebesar Rp1,2 triliun. Sisanya Rp1,6 triliun lagi akan dilanjutkan pencairannya pada bulan berikutnya hingga Desember sebesar Rp1,5 triliun lebih.

Dari Rp2,8 triliun yang ada di bank tersebut sudah menyusut bilangannya andai saja rekanan kontraktor mau mengambil pembayaran termen satu dan dua, setelah SPK ditandatangani. Namun karena tidak diambil, sehingga dana tersimpan itu pun tak bergerak yang akhirnya memengaruhi serapan realisasi yang saat ini baru 2,7 persen, sementara fisik sudah mencapai 39 persen.

Berikut rincian 10 provinsi yang dana-dananya disimpan di bank umum, yakni: 1. DKI Jakarta Rp 13,955 triliun.2. Jawa Barat Rp 8,034 triliun 3. Jawa Timur Rp 3,947 triliun 4. Riau Rp 2,867 triliun5. Papua Rp 2,596 triliun 6. Jawa Tengah Rp 2,467 triliun7. Kalimantan Timur Rp 1,572 triliun8. Banten Rp 1,527 triliun9. Bali Rp 1,464 triliun10. Aceh Rp 1,446 triliun. ***