
PEKANBARU – Pasca pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Sabtu (3/9/2022) siang tadi, kini sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Pekanbaru, Riau, diserbu warga.
Berdasarkan pantauan GoRiau.com di SPBU Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru pada pukul 15.16 WIB, Sabtu sore, kendaraan yang ingin mengisi BBM terus berdatangan hingga antrean mengular sejak siang tadi.
Pemandangan serupa juga terlihat di SPBU Jalan SM Amin, SPBU Kubang Raya. Bahkan, fenomena warga yang berebut BBM di SPBU hingga rela antri lama ini telah terjadi sejak 31 Agustus 2022. Lalu, fenomena ini mereda lantaran pemerintah memberikan angin segar bahwa harga BBM nonsubsidi di seluruh SPBU resmi turun dan kenaikan BBM subsidi batal.
Hingga akhirnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara langsung resmi mengumumkan kenaikan harga bbm jenis Pertalite, Solar dan Pertamax, Sabtu siang ini.
Disesalkan Masyarakat
"Kondisi sedang sulit, apa-apa naik, BBM naik. Katanya BBM tak jadi naik, tapi naik juga. Kena prank (jebakan, red) pemerintah kita," sesal Natan (32), satu diantara warga Pekanbaru yang rela antri panjang di SPBU Tuanku Tambusai.
Hal serupa juga diungkapkan Susi (50), meski merasa kesal, ibu rumah tangga yang satu ini langsung buru-buru ke SPBU untuk mengisi BBM setelah mendapat kabar bahwa BBM resmi naik.
"Langsung buru-buru tadi ngisi minyak (BBM, red), takutnya habis Pertalite di SPBU. Kadang kan suka gitu ya, udah lah harga naik, barangnya tidak ada," ungkap Susi.
Seperti yang diketahui, harga BBM untuk Riau naik jadi Rp 10.000 dan Solar naik jadi Rp 6.800 per liter. Sedangkan, harga Pertamax jadi Rp15.200 per liter.
Kemudian, untuk Pertamax Turbo Rp16.600 per liter, Dexlite Rp 17.800 per liter dan Pertamina dex Rp Rp18.100 per liter. ***