PEKANBARU – Lesunya roda perekonomian dan melemahnya daya beli masyarakat menjadi keluhan utama yang diserap oleh anggota dewan. Tingginya harga kebutuhan pokok yang tidak sebanding dengan pendapatan rumah tangga membuat warga semakin kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Nofrizal, menemukan fakta tersebut saat turun langsung mendengarkan aspirasi warga dalam kegiatan reses. Mayoritas warga di daerah pemilihannya menyuarakan keresahan terkait tekanan ekonomi yang makin menghimpit.

"Banyak warga mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, sementara pendapatan tidak ikut naik," papar politikus Partai Amanat Nasional tersebut, Rabu (15/4/2026).

Selain persoalan harga pangan, warga juga menyoroti sulitnya mencari lapangan pekerjaan baru. Minimnya serapan tenaga kerja lokal ini dinilai memperparah kondisi finansial keluarga, terutama setelah inflasi tahunan di daerah sempat menembus angka di atas lima persen akibat naiknya tarif energi dan komoditas pangan.

Tingginya harga barang yang tidak kunjung turun memaksa masyarakat mengetatkan pengeluaran. Dampak ini merembet langsung pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah di berbagai sudut kota yang mulai kehilangan omzet akibat berkurangnya pembeli.

Situasi ekonomi yang kompleks ini dinilai membutuhkan intervensi serius dari pemerintah. Kebijakan daerah diharapkan mampu menyentuh persoalan mendasar melalui program padat karya agar beban biaya hidup bisa ditekan dan perputaran uang di tingkat warga kembali berjalan lancar. ***