
BENGKALIS, GORIAU.COM - Meski belum genap satu tahun dimekarkan, Desa Resam Lapis telah membuat gebrakan. Dari 23 desa yang ada di Kecamatan Bantan, desa ini pertama mendeklarasikan diri Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) Pilar Pertama dari lima Pilar Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) atau Open Defecatian Free (ODF) digelar di halaman Kantor Desa Resam Lapis, 31 Agustus 2015. Acara dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis yang diwakili Kasi Penyehatan Lingkungan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Camat Kecamatan Bantan, Kapolsek Kecamatan Bantan, Kepala UPT Puskesmas Dinkes Kecamatan Bantan, Kepala Sekolah, Fasilitaor Kesehatan, DC Pamsimas Kabupaten Bengkalis serta undangan dari desa lain seperti Desa Deluk, Desa Pasiran, Selat Baru dan Kepala Desa Berancah dan Desa Bantan Tua.
Kepala Desa Resam Lapis dalam sambutannya mengatakan, keberhasilan ini diawali dari pemicuan di masyarakat yang dilaksanakan Tim STBM dari Dinas Kesehatan dan Petugas Sanitian Puskesmas Selat Baru, April 2014. Serta adanya keinginan kuat dari masyarakat untuk meningkatkan kesadaran perubahan perilaku dari kebiasaan buang air besar sembarangan di tempat terbuka.
“Rencana selanjutnya yang ingin dicapai ialah menjadikan desa ini sebagai sanitasi secara tolal 5 pilar STBM. Sedangkan untuk CTPS, kami juga sudah gencar melakukan penyuluhan pentingnya CTPS kepada masyarakat baik di lingkungan permukiman maupun di sekolah-sekolah,’’ ujarnya.
Sementara Camat Bantan, Hendrik Dwi Yatmoko menyampaikan bahwa kesehatan merupakan aspek amat penting. Tanpa kesehatan segala-galanya akan menjadi tidak berarti. “Untuk kesehatan, aspek pencegahan merupakan hal yang amat penting. Sanitasi merupakan salah satu bentuk pencegahan masalah kesehatan melalui Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) ini dengan metode pemicuan di masyarakat Stop Buang Air Besar Sembarangan,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili Kasi Kesehatan Lingkungan, Edi Sudarto, SKM mengatakan, Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan yang digelar di Desa Resa Lapis, mendapat sambutan dan perhatian sangat menggembirakan dari masyarakat.
''Ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakatan terhadap kondisi lingkungan untuk menjaga kelestarian lingkungan sehat. Tujuan untuk mengubah pola hidup masyarakat menuju prilaku hidup bersih dan sehat, sekaligus meningkatkan kesadaran sanitasi dan promosi praktik hidup bersih dan sehat dan deklarasi ini untuk mendapatkan pengakuan dari desa tetanga maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan mengharapkan sikap, perilaku dan suasana yang demikian dapat dipertahankan dan dikembangkan tidak sesaat setelah dilakukan deklarasi Stop Buang Air Besar Sebarangan, tapi berkelanjutan secara permanen. Apabila lingkungan sehat dan baik dapat mengurangi dan mencegah penyakit berbasis lingkungan seperti penyakit diare, gatal-gatal, penyakit mata, DBD, Malaria sehinnga memberikan kontribusi penurunan angka kejadian diare.
Dijelaskan Edi, sebelum deklarasi Desa Resam Lapis, telah dilakukan verifikasi desa untuk memperoleh status peningkat perilaku hidup sehat dan masyarakat telah akses pada sarana jamban dan verifikasi desa dilakukan Juni 2015 oleh Tim Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan UPT Puskesmas Dinas Kesehatan Kecamatan Bantan dan didampingan Petugas Desa.
Deklarasi SBS Sanitasi Total Berbasis masyarakat ini merupakan bagian yang tidak terlepas dari Program PAMSIMAS. Program multisektor yang mmelibatkan Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Dalam Negeri, Departemen Kesehatan dan Bappenas. Kondisi ini menuntut adanya sinergitas yang tinggi dan koordinasi yang efektif untuk mendukung meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, memberikan penghargaan Sertifikat SBS tingkat kabupaten dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau kepada Desa Resam Lapis atas keberhasilan peningkatan perubahan perilaku bersih dan sehat melalui Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. (ail)