DUMAI, GORIAU.COM - Rencana pemerintah Kota Dumai untuk membangun masjid di sekitaran lapangan Bukit Gelanggang akan mendapat ganjalan. Pasalnya, hampir keseluruhan anggota DPRD menolak rencana yang akan memakan anggaran hingga Rp12 milyar tersebut.

"Wacana sih boleh- boleh saja, tergantung badan anggaran nanti yang sama sama memutuskan. itupun kalau jeli menyikapi wacana, kalau dah dibutakan, yaa udah nasib badan Kota Dumai ini." ujar dr Ahmad Effendi, ketua Fraksi PAN DPRD Kota Dumai kepada Goriau.com Sabtu (21/9/13) dini hari tadi.Dijelaskan Ahmad Effendi, jika membangun mesjid untuk memperluas syiar Islam, tentunya sebagai umat islam dirinya mendukung 100 persen. Tetapi letak persoalannya justru bukan disitu. Taman bukit gelanggang, kata Ahmad, sudah dicanangkan dan dirancangan sebagai taman kota."Buktinya di Bukit Gelanggang sudah terbangun air mancur yang tak dapat me mancurkan air, Tugu Lancang Kuning, Podium tempat berbagai aktifitas, seperti acara pencanangan dan kampanye partai politik serta hiburan rakyat dengan berbagai model artis berbagai gaya musik." ungkapnya.Sebuah mesjid jika berdiri di sana, kata Ahmad, kira- kira apakah tidak terganggu kegiatan keagamaan nanti nya,"Tak mungkin mesjid berdiri hanya untuk pajangan semata, tentunya harus kita makmurkan, dan sewajarnya tidak bercampur baur dengan aktifitas keduniawiaan yang non religi." jelasnya.Dikonfirmasi terpisah, Jhonfikar, sekretaris Komisi I DPRD Dumai, menyebutkan, rencana tersebut jelas-jelas akan ditolak dan disebut sebagai suatu rencana yang mumbazir anggaran."Dalam pembahasan nanti akan dilihat, jika diusulkan maka jelas akan ditolak. karena sudah ada masjid disekitaran lapangan tersebut yang dibangun lumayan megah sudah sejak lama," jelasnya.Sebelumnya diberitakan, melalui Dinas Tatakota, Kebersihan dan Pertamanan (DTKP) kota Dumai, Pemerintah Kota Dumai berencana mendirikan Masjid berukuran mini di Taman Bukit Gelanggang yang diperuntukkan bagi masyarakat Kota Dumai dan ini sudah dalam tahap proses memulai pekerjaan. "Dalam waktu dekat ini akan dimulai pengerjaannya, dan masjid ini diperuntukkan sebagai rumah ibadah bagi masyarakat yang sedang berlibur atau menghabiskan waktu di taman kota", ucap Wako. Pembangunan Masjid ini dianggarkan sebanyak Rp 12 miliar dan ditargetkan selesai hingga 2014 mendatang. Wako berharap dapat bermanfaat banyak bagi masyarakat, disamping bisa juga dijadikan salah satu objek kunjungan rekreasi warga. "Masjid ini kita bangun agar masyarakat yang sedang berada di areal Dumai Central Park dapat langsung beribadah ketika waktu sholat sudah masuk sebagai kewajiban seorang muslim", terang Wako. Selain itu, masjid ini diharapkan juga dapat meningkatkan motivasi bagi generasi muda dengan memanfaatkannya melakukan berbagai kegiatan positif seperti pengajian, pelatihan dan kegiatan yang berguna lainnya. Sejauh ini, Pemerintah Kota Dumai terus mengintensifkan pembangunan di lokasi Dumai Central Park dengan melakukan berbagai pekerjaan penambahan sarana dan fasilitas umum, diantaranya air mancur, taman olahraga, panggung seni dan lain sebagainya. Diketahui saat ini, di lapangan taman kota ini hampir pada sore hari dipenuhi warga yang membawa keluarga dan anak untuk berkumpul dan menghabiskan liburan dan rekreasi. Di lokasi ini juga direncanakan taman kuliner sebagai pusat jajanan makanan dan minuman masyarakat serta berbagai hiburan permainan anak-anak. "Rencana memaksimalkan pembangunan Dumai Central Park ini tentu saja membutuhkan dukungan dan kerjasama semua pihak dan elemen masyarakat Dumai dalam rangka percepatan penyediaan sarana hiburan dan rekreasi keluarga", imbuh Wako.(egy)