DURI - Proyek galian bawah tanah di sepanjang Jalan Hangtuah, Sudirman Simpang Geroga dan Simpang 125 Duri ternyata meninggalkan kesan yang tidak baik juga kepada pihak PDAM Duri. Pasalnya beberapa pipa 6 inci untuk mendistribusikan air kepada pelanggan pecah akibat terkena beko pekerja atau rekanan PLN Duri ini.

Demikian dikatakan Kepala Cabang PDAM Duri, Darwin Ginting kepada GoRiau.com, Rabu (11/1/2017) di ruang kerjanya.

"Ada lima titik pipa distribusi air ke pelanggan ini yang pecah terkena beko dari pekerjaan galian kabel bawah tanah PLN Duri. Sampai saat ini belum juga di ganti oleh kontraktor PLN tersebut," katanya.

Dikatakannya, karena kerusakan pipa tersebut, distribusi air kepada pelanggan menjadi terganggu. Bahkan parahnya lagi, di depan pasar Sultan Syarif Kasim air yang terbuang sia-sia selama 6 jam dengan kecepatan 20 liter perdetik.

"Estimasi kerugian kita mulai perbaikan pipa hingga air yang terbuang cuma-cuma itu dari kelima titik mencapai belasan juta rupiah juga. Untuk perbaikan pipa itu sudah diminimalkan anggarannya dengan tidak mengganti pipa yang baru," ujarnya lagi.

Sangat disayangkan lagi, masih kata Darwin, rekanan PLN Duri ini hanya berjanji-janji saja untuk mengganti rugi hingga sekarang. Padahal PDAM Duri sudah cepat tanggap untuk melakukan perbaikan agar tidak mengganggu pelayanan dan tidak mengalami kerugian yang lebih besar lagi.

"Tadi staf saya sudah ke kantornya, masih memberikan alasan juga. Saya juga sudah telepon dari pihak rekanan itu, masih belum pasti juga jawabannya. Sementara kita sudah mengeluarkan material untuk menanggulangi kerusakan yang disebabkan oleh mereka," tutupnya berharap rekanan PLN ini respon.

Dari informasi dilapangan, proyek galian ini sebelumnya juga menyebabkan beram Jalan menjadi rusak dan sejumlah kendaraan terpuruk. Akibat sisa galian yang sudah ditimbun kurang padat seperti sebelumnya. *** #BENGKALIS