
PEKANBARU – Realisasi fisik Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pekanbaru Tahun 2022, baru mencapai angka 42,48 persen. Angka tersebut masih berada di bawah target pencapaian untuk triwulan kedua yang diharapkan mencapai 50 persen.
"Bulan Juli itu sudah setengah tahun. Seharusnya capaian kita untuk realisasi APBD OPD sudah 50 persen," ujar Pj Wali Kota Pekanbaru, Muflihun, Selasa, (19/7/2022).
Ia meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Pekanbaru menggesa realisasi fisik APBD. Muflihun juga mewanti-wanti agar OPD tidak jauh dari target saat menjelang akhir tahun.
"Kami harapkan OPD untuk menggesa realisasi itu. Jangan sampai akhir tahun itu tak sampai 90 persen. Artinya kalau kita jauh dari target 100 persen, nanti kita sama saja tidak bekerja," ungkapnya.
Sementara itu, Kabag Administrasi Pembangunan, Nopendrike Prakasa menjelaskan, capaian realisasi fisik APBD 2022 ini diukur dari rasio fisik, ada di dasboard aplikasi evaluasi kinerja anggaran yang diinput oleh seluruh perangkat daerah.
Berdasarkan data yang sudah diinput, ada 11 OPD yang realisasi fisiknya sudah diatas 50 persen. Namun, sebagian besar OPD lainnya, masih dibawah 50 persen.
"Kita ada 48 perangkat daerah ditambah 21 puskesmas dan 1 Rumah Sakit Madani. Ada 11 yang diatas 50 persen dan ada juga yang dibawah 50 persen, dan itu mempengaruhi secara umum capaian realisasi fisik kita yaitu di angka 42,48 persen," jelasnya.
Dirincikan Nopendrike, secara umum capaian realisasi fisik ini dibagi menjadi 3 kategori. Yaitu diatas 50 persen sebagai kategori tinggi, 25-50 persen masuk kategori rendah dan dibawah 25 persen itu kategori rendah.
Nopendrike merincikan, 11 perangkat daerah yang berada di kategori tinggi adalah Disperindag, Disnaker, Dishub, Satpol PP, Tenayan Raya, Dinas Sosial, DLHK, Inspektorat Pekanbaru, BPBD, Disbudpar dan juga Pekanbaru Kota.
Sementara untuk yang kategori sedang itu adalah Dinas Pertanahan, Dispora, Sekretariat Daerah, Payung Sekali, Sekwan, Dinas Ketahanan Pangan, Bukit Raya, Sail, Kulim, Rumbai, Perkim, Balitbang, Bappeda, Diskominfo, Bina Widya, Tuah Madani, Bapenda.
Selanjutnya adalah Dispusip, Senapelan, Sukajadi, Dinas Pertanian, Marpoyan damai, BKPSDM, Damkar, Dinas kesehatan, Rumbai Barat, BPKAD, Lima Puluh, Disdik, PUPR, Disdukcapil, Disdalduk KB, Badan Kesbangpol, Rumbai timur, DPMPTSP, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3PM) dan yang terakhir adalah Dinas Koperasi dan UMKM.
"Yang paling rendah itu adalah Diskop dan UMKM. Angkanya itu hanya 28,99 persen. Tapi masih masuk kategori sedang," paparnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Pekanbaru Sarbaini mengatakan, rendahnya daya ini dikarenakan realisasinya belum sepenuhnya diinput. Menurutnya, sebenernya untuk realisasi sudah mencapai 52 persen.
"Kita bukan 28 persen, jadi memang sudah 52 persen, hanya belum diinput saja. Saya sudah suruh langsung kawan-kawan itu untuk menginput," pungkasnya. ***