SELATPANJANG - Ratusan warga Desa Lukun Kecamatan Tebingtinggi Timur menggelar gotong royong (Goro) di Jalan Lintas Lukun - Seitohor, Minggu (12/2/2017). Mereka berinisiatif membuat lapangan sepakbola di tanah milik desa.

Pantauan GoRiau, ratusan warga Desa Lukun ini membersihkan lahan milik desa di Jalan Lintas Lukun - Seitohor. Untuk mempercepat pekerjaan, mereka membentuk beberapa kelompok. Terlihat saat Goro, anak-anak hingga orang tua. Mereka ada yang menggunakan parang, kampak, sinso, dan beberapa peralatan lainnya.

Kata Luman, Kepala Desa Lukun, tanah milik desa tempat mereka Goro seluas lebih kurang 33 hektar. Lapangan sepakbola itu dibuat di tengah-tengah lahan tersebut.

Disampaikan Lukman juga, pembuatan lapangan sepakbola untuk Desa Lukun ini merupakan inisiatif dari masyarakat dan kepala desa. Sebab, diakui Lukman, hingga 2017 Desa Lukun belum memiliki lapangan sepakbola di tanah desa. Selama ini mereka hanya menyewa karena lapangan tersebut berada di tanah milik salah seorang warga.

"Sejak saya kecil, lapangan sepakbola di tanah milik warga," kata Lukman.

"Tapi sejak 10 tahun belakangan, pemilik tanah meminta sewa atas lapangan sepakbola itu. Makanya, kita buat lapangan sendiri, di atas tanah milik desa," ujar Lukman.

Nantinya setelah lapangan itu siap, target Lukman, turnamen tingkat Kecamatan Tebingtinggi Timur diadakan di Desa Lukun. Namun, rencana itu baru akan diwujudkan pada tahun 2019 mendatang. "Yang jelas kita persiapkan dulu lapangan ini. Target turnamen sepakbola tahun 2019 mendatang," ujar Lukman.

*Ketua RT Terluka

Ada musibah saat ratusan warga Lukun sedang istrahat makan siang selepas Goro. Warga lukun bernama Anuar yang merupakan salah seorang Ketua RT di Desa Lukun terluka hingga harus dilarikan keRSUD Dorak Selatpanjang.

Melihat warganya terluka, Lukman langsung membawa Anuar ke Selatpanjang. Air asin yang membanjiri jalan tak lagi dihiraukan. "Tadi airnya sampai membasahi badan. Saya terobos saja agar cepat sampai ke Selatpanjang," ujar Lukman.

Menurut cerita Lukman, siang itu warga yang Goro sedang beristrahat hendak makan siang. Namun, Anuar terlihat membersihkan jalan di dalam kebun karetnya sembari menunggu makanan disiapkan oleh kaum ibu. Tak lama setelah itu, Anuar langsung melapor kalau dirinya sedang terluka.

Berdasarkan keterangan dokter di RSUD Kepulauan Meranti, Anuar harus menjalani operasi. Sebab, luka di Ibu Jari dan jari tengah itu terkena tulang. "Tak bisa dijahit begitu saja, harus dioperasi," jelas Lukman.

Anuar terpaksa harus dirawat inap untuk menjalani operasi, Senin (13/2/2017). *** #Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini