PEKANBARU, GORIAU.COM - Massa Pergerakan Dosen dan Mahasiswa (Padam) Pendidik Guru Sekolah Dasar Universitas Riau (PGSD-UR) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru akhirnya bergerak ke depan Kantor Gubernur Riau, Jumat (14/3/2014).

Kali ini mereka bergabung dengan Masyarakat Anti Kabut Asap Riau (Masker) dan meminta jawaban tegas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terkait aksi dan reaksi yang tegas dilakukan pihak terkait.

"Kami minta jawaban tegas dari pemerintah untuk penanggulangan asap ini, bukan hanya janji-janji lagi," kata Korlap Aksi Ari Nugraha.

Namun sampai saat ini belum ada pejabat yang menyambut dan menerima aspirasi mereka di Kantor Pemprov Riau. Tuntutan mereka sudah jelas, Pemprov Riau harus menyudahi karena ini karena sudah sangat berbahaya.

"Asap ini bukan bencana, tapi disengaja oleh pihak-pihak yang tertentu, pemerintah harus bertindak tegas akan pelakunya," tegas Ari dalam aksinya.

Masker dan Padam menginstruksikan agar Pemerintah Pusat dan Pemprov Riau melakukan aksi nyata untuk penanggulangan. "Sekolah dan kampus diliburkan, ini dampak besar yang seharusnya bapak-bapak pikirkan," tungkasnya.

"Bapak-bapak jangan hanya duduk dan diam saja, bapak-bapak juga jangan membiarkan pelaku pembakar hutan dan laha berkeliaran, dan bapak-bapa jangan mengedepankan kepentingan untuk memperkaya diri dengan menyelematkan perusahaan dan oknum-oknum yang terlibat lainnya," teriak Ari dengan lantang.***