
DURI, GORIAU.COM - Ratusan buruh PT SAS International di jalan lintas Duri-Dumai kilometer 3,5 melakukan aksi mogok kerja menuntut hak normatif perusahaan. Selain itu mereka (buruh, red) juga menolak tiga orang yang duduk dipucuk pimpinan perusahaan tersebut, seperti Andi Kurniawan sebagai Operation Manager, Abdul Rasid Harahap sebagai Koordinator HRD dan Saut Sitinja sebagai Manager Transport.
"Kami mogok kerja menuntut uang lembur, kenaikan gaji UMP, uang makan untuk outside area dan kelebihan jam tidak dibayarkan," ungkap salah seorang buruh PT SAS International kepada GoRiau.com, Kamis (30/7/2015) didepan pintu gerbang perusahaan.
Ratusan buruh yang melakukan aksi mogok kerja ini juga menyesali tindak tanduk managemen PT SAS International yang melakukan intimidasi terhadap karyawan.
"Kami dipaksa untuk bekerja selama 24 jam, kalau tidak kita (buruh, red) kena sanksi dari perusahaan," katanya lagi.
Ditempat yang sama Ketua DPP SBRI Riau Agen Simbolon, mengatakan ini merupakan dosa dari Disnakertrans kabupaten Bengkalis dan Bupati Bengkalis.
"Seharusnya pemerintah daerah menjaga kesejahteraan buruh. Bukan menyiksa buruh," jelas Agen Simbolon kepada GoRiau.com.(ric)