
PEKANBARU – Jelang Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) Riau, carateker KONI Riau mengadakan rapat koordinasi sosialisasi tata cara dan mekanisme penjaringan dan penyaringan Musorprovlub KONI Riau.
Namun diluar dugaan, rapat koordinasi yang dilangsungkan disalah satu hotel mewah di Kota Pekanbaru, Rabu (2/3/2022) ini, diwarnai aksi protes dari demisioner KONI Riau kepada tim carateker KONI Riau.
"Kita sebagai demisioner terabaikan disini. Artinya demisioner itu belum diberhentikan secara undang-undangnya. Pasalnya, surat yang baru, belum diterbitkan. Nah, disini ada aturan yang salah yang dibuat oleh tim carateker," kata Deni Dasril.
Menurut Deni Dasril, seharusnya saat ini bukan waktunya sosialisasi menjelang Musorprovlub, namun rapat kerja tahun 2022, hal itu dinilai perlu dilakukan agar tidak lagi ada kecacatan hukum.
"Nah kemarin di tahun 2021 itu, kami dianggap gagal karena tidak ada diatur dalam Rakerpov. Makanya kami rapat pleno. Nah dirapat pleno tidak diakui sehingga tertundalah pelaksanaan Musprov KONI tahun 2021," bebernya.
Dia juga mengaku kecewa karena demisioner KONI Riau tidak dilibatkan dalam kegiatan carateker KONI Riau.
"Artinya kami kan juga belum berhenti. Kami hanya dinonaktifkan yang sama dengan SK carateker (6 bulan). Setelah nanti ada ketua terpilih yang baru maka secara otomatis kami akan berhenti," tutupnya. ***