RENGAT, GORIAU.COM - Ratusan warga Dusun Simpang Karmen dan Kubu, Desa Pesajian, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melakukan penyerangan terhadap 17 pekerja hutan tanaman industri (HTI) PT Citra Sumber Sejahtera, di Desa Pauh Ranap. Belasan karyawan PT CSS tersebut diserang massa saat mereka sedang melakukan penanaman akasia di areal HTI, Kamis (26/6/14).
Selain menyerang pekerja, warga juga membakar 1 unit mobil mini bus L300 milik PT CSS dan 4 unit barak pekerja.
Informasi yang berhasil dihimpun dari sejumlah warga, penyerangan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Ratusan warga masuk ke areal HTI menggunakan sepeda motor dan membawa sejumlah senjata tajam, berupa parang.
Selanjutnya, warga langsung menyerang dan memukuli mandor tanam PT CSS berinisial SY (42), hingga babak belur.
Anto (27), salah seorang warga setempat yang menyaksikan peristiwa itu menyebutkan, sebelum dipukul, sebanyak 17 orang pekerja PT CSS dikumpulkan, telepon seluler mereka dirampas dan kemudian dipukuli.
"Warga juga membakar barak pekerja, 16 unit alat semprot dan membakar satu unit mobil L300 nopol BM 8095 BE yang mengangkut para pekerja," ujarnya.
Menurut Anto, pemicu amukan warga diduga berawal dari pihak pekerja PT CSS yang melakukan penyemprotan racun terhadap tanaman sawit warga yang selama ini diklaim masuk dalam areal konsesi HTI PT CSS.
"Warga marah, sawit yang ditanam sejak dua bulan lalu mati akibat disemprot racum oleh pihak perusahaan," tutur Anto.
Kapolres Inhu AKBP Aris Prasetyo Indaryanto, SIK MSi dikonfirmasi melalui Kapolsek Peranap AKP Ben Hardi, SH, membenarkan adanya konflik antar warga dengan pihak PT CSS.
"Konflik antar warga dengan pihak perusahaan terjadi pada Kamis (26/6/2014) sekitar pukul 09.00 WIB dan baru dilaporkan sekitar pukul 11.00 WiB," ujar Kapolsek.
Dikatakannya, setelah mendapat laporan, polisi langsung mengamankan situasi dan melakukan oleh TKP. "Kasus ini telah dilaporkan pihak PT CSS dan masih dalam proses lidik. Saat ini, situasi di lapangan sudah kondusif. Masing-masing pihak sudah diminta untuk menahan diri," jelas Ben Hardi. jef