
PEKANBARU - Banyak pemilik hewan peliharaan yang masih menganggap rabies hanya ancaman bagi anjing atau kucing saja. Padahal, virus ini memiliki risiko penularan yang sangat fatal jika menyerang manusia. Memastikan hewan kesayangan terlindungi lewat vaksinasi rutin menjadi benteng utama dalam menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menekankan bahwa masyarakat harus berhenti menunda pemberian vaksin rabies. Langkah preventif ini krusial karena virus rabies menyerang sistem saraf pusat dan tingkat fatalitasnya sangat tinggi.
"Rabies adalah penyakit yang dapat menyerang sistem saraf pusat pada hewan dan manusia. Penyakit ini sangat berbahaya, namun dapat dicegah melalui vaksinasi secara rutin," ujar Mimi Yuliani Nazir, Kamis (25/6/2026).
Penularan rabies umumnya terjadi melalui kontak langsung seperti gigitan atau cakaran hewan yang sudah terinfeksi. Selain anjing dan kucing, Mimi memperingatkan bahwa jenis hewan lain seperti kera maupun musang juga memiliki potensi besar menjadi pembawa virus.
Masih adanya pemahaman yang keliru di tengah masyarakat mengenai vaksinasi hewan sering kali membuat risiko penyebaran penyakit zoonosis—penyakit yang menular dari hewan ke manusia—meningkat. Padahal, perlindungan yang diberikan vaksinasi hewan bersifat luas.
"Ketika hewan peliharaan divaksin, risiko penularan rabies menjadi jauh lebih rendah. Artinya, pemilik hewan, anak-anak, dan masyarakat sekitar juga ikut terlindungi," jelasnya.
Sebagai langkah nyata dalam mengendalikan penyebaran virus, DPKH Provinsi Riau membuka layanan vaksinasi rabies tanpa biaya bagi masyarakat. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung Rabu (1/7/2026) mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, berlokasi di UPT Laboratorium Veteriner dan Klinik Hewan (LVKH) Provinsi Riau.
Mimi mengimbau agar pemilik hewan tidak melewatkan kesempatan emas ini. Baginya, bentuk kasih sayang terhadap hewan peliharaan tidak cukup hanya dengan pemenuhan nutrisi harian, melainkan juga lewat jaminan kesehatan medis.
"Merawat hewan peliharaan tidak cukup hanya dengan memberi makan dan tempat tinggal yang nyaman. Kesehatannya juga harus dijaga melalui vaksinasi. Dengan melindungi hewan, kita juga melindungi keluarga dan masyarakat," tuturnya.
Pemerintah daerah berharap inisiatif ini dapat meningkatkan kesadaran publik secara berkelanjutan. Deteksi dini dan kepatuhan terhadap jadwal vaksinasi menjadi senjata paling efektif untuk mewujudkan wilayah yang aman dari ancaman zoonosis.
"Rabies dapat dicegah, dan pencegahannya dimulai dari kepedulian kita terhadap kesehatan hewan peliharaan. Mari bersama-sama mewujudkan Riau yang sehat dan bebas rabies," pungkasnya. ***