BAGANSIAPIAPI - Angin puting beliung dan gelombang tinggi menerjang perairan Suak Nipah, Pulau Halang, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, Minggu (5/7/2026). Peristiwa alam yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB tersebut mengakibatkan dua unit kapal pompong atau kapal sondong milik nelayan tradisional pencari udang rusak berat.

Dua nelayan yang menjadi korban keganasan cuaca ekstrem ini adalah Suroso (53), warga Sungai Kubu Hulu, dan Bukhori (53), warga Sungai Kubu, Kecamatan Kubu. Beruntung, keduanya berhasil selamat dari insiden yang mengancam nyawa tersebut.

Informasi yang dirangkum, Kamis (9/7/2026) menyebutkan bahwa kondisi cuaca di perairan Pulau Halang memang sering berubah drastis tanpa peringatan. Cuaca yang awalnya normal bisa seketika menjadi gelap gulita, diiringi hembusan angin kencang dan gulungan ombak tinggi dalam hitungan menit. Oleh karena itu, para nelayan selalu diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut.

Suroso menceritakan pengalaman menegangkan yang baru saja dialaminya. Ia mengaku tidak bisa berbuat banyak saat cuaca tiba-tiba memburuk dan menghantam perahu kayunya.

"Terjangan angin dan ombak membuat kami terombang-ambing di laut sebelum akhirnya terseret ke bibir pantai," ujar Suroso.

Akibat kejadian tersebut, kapal sondong berukuran 3 Gross Tonase (GT) milik Suroso rusak parah hingga terbelah dua. Sementara itu, kapal milik rekannya mengalami nasib yang sedikit lebih baik meski tetap membutuhkan perbaikan besar.

"Kapal saya terbelah dua dan karam tidak dapat diselamatkan lagi, sedangkan kapal milik Bukhori berukuran 4 GT masih berpeluang diperbaiki," tambahnya.

Kehilangan alat tangkap ini menjadi pukulan telak bagi Suroso dan Bukhori. Kondisi kapal yang hancur membuat mereka tidak dapat melaut, sehingga otomatis memutus sumber penghasilan utama keluarga. Keduanya kini menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, khususnya melalui Dinas Perikanan dan Kelautan, agar sudi memberikan bantuan.

"Kami berharap ada bantuan Pemkab membantu kami karena itulah satu-satunya alat mata pencarian dan menafkahi keluarga kami," pinta Suroso.

Kabar mengenai musibah ini dibenarkan oleh Datuk Penghulu Sungai Kubu, Bulkrim. Ia memastikan warganya selamat dari amukan alam tersebut, namun kini sangat membutuhkan perhatian dan bantuan dari berbagai pihak untuk kembali bangkit.

"Kedua warga saya selamat namun kapal atau boat sondongnya satu terbelah dan hilang, satu rusak berat, mereka butuh bantuan," jelasnya. ***