JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyoroti dugaan praktik tidak semestinya dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh sejumlah bank pelaksana. Ia menyebut telah menerima laporan adanya bank yang meminta agunan dari pelaku UMKM, meski pinjaman yang diajukan di bawah Rp100 juta.

Informasi tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komite IV DPD RI, yang menyingkap masih banyaknya pelaku usaha kecil kesulitan mengakses pembiayaan dari program pemerintah itu.

"Kalau gitu ini jelas ada masalah di KUR. Saya akan investigasi seperti apa implementasinya, kalau mereka main-main ya hati-hati saja," tegas Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (5/11/2025).

Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan semangat KUR yang dirancang tanpa agunan bagi pinjaman di bawah Rp100 juta. “Kalau saya sikat nanti ribut lagi orang-orang, katanya bukan urusan saya. Tapi biar saja, pajaknya saya gedein. Itu kan nggak bertanggung jawab, program pemerintah untuk UMKM malah dipersulit,” ujarnya dengan nada geram.

Purbaya juga mengungkap adanya praktik penyaluran KUR yang menyimpang dari tujuannya. Ia menilai beberapa bank justru memberikan fasilitas KUR kepada debitur lama mereka, bukan kepada pelaku usaha baru yang benar-benar membutuhkan.

“Banyak bank kasih KUR ke peminjam lama, padahal itu disubsidi bunganya dari Kementerian Keuangan. Saya rugi banyak. Saya orangnya pelit, jadi kalau saya rugi, saya periksa. Saya punya 6.600 orang di seluruh Indonesia, cukup untuk bereskan,” katanya.

Kementerian Keuangan, menurutnya, sudah lama berencana melakukan audit terhadap penyaluran KUR. Namun langkah itu tertunda karena program tersebut berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Nanti kalau ada yang ribut, bapak-ibu DPD jagain saya ya. Dibilang ikut campur kementerian lain. Tapi ini kan uang negara, dan saya tidak lihat dampaknya ke UMKM. Selama ini banyak yang mengeluh KUR tidak sampai ke mereka,” paparnya.

Purbaya menegaskan akan berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Ia juga membantah isu yang menyebutkan kuota KUR telah habis.

“Masih ada sekitar Rp60 triliun dana KUR yang belum disalurkan. Total dananya Rp284 triliun, yang baru dialokasikan Rp228 triliun. Jadi jangan percaya kalau ada yang bilang dananya habis,” jelasnya. ***