DURI - Sepasang bukan suami istri terjaring razia Satpol PP Mandau saat berada di dalam kamar penginapan Malahayati hotel, Selasa (22/11/2016) sekitar pukul 09.30 WIB. Namun saat digiring keluar kamar, sang wanita yang juga ibu rumah tangga ini mendadak menjatuhkan badannya ke tanah seolah seperti pingsan.

Pantauan GoRiau.com (GoNews Grup) dua orang anggota Satpol PP Mandau langsung menompang IRT yang mengaku memiliki 1 anak itu naik ke Dalmas yang merupakan armada patroli Satpol PP Mandau. Saat di atas Dalmas pun, wanita bersuami itu lemas terbaring diatas kursi.

Karena kondisinya yang lemas dan tidak sanggup duduk sendiri, Satpol PP pun akhirnya memindahkan SW ke mobil pribadi anggota Satpol agar bisa beristirahat hingga sampai di kantor dan pasangannya AN tetap berada di Dalmas.

Saat diintrogasi oleh Kasi Trantib Mandau, Maspuri di dalam mobil tersebut, SW mengaku baru selesai mengantarkan anaknya ke sekolah. Setelah itu berjumpa dengan teman prianya AN di penginapan tersebut sekitar pukul 09.00 WIB.

SW juga mengaku masih memiliki suami resmi yang tinggal sehari-hari bersamanya di Duri 13 Kulim. "Suami saya kerja, saya baru masuk tadi pagi setelah antar anak sekolah," kata SW menjawab sejumlah pertanyaan Kasi Trantib dan GoRiau.com (GoNews Grup).

Baca Juga: Siswa SMK Kepergok Berpelukan di Tempat Karoke

AN pria beristri pasangan di dalam kamar Malahayati ini merupakan warga Duri. Karena kenal dengan Kasi Trantib Mandau dan sejumlah anggota Satpol PP, terlihat beberapa kali ia mencoba membujuk Kasi Trantib Mandau untuk melepaskannya dan teman wanitanya.

"Iya saya memang kenal dengan dia (AN) tapi tidak mungkin saya yang akan menjamin dia bebas begitu saja. Dia tetap akan kita bawa ke kantor dan didata sama seperti pasangan lainnya yang terjaring," kata Maspuri kepada GoRiau.com (GoNews Grup).

Baca Juga: Main Biliar Jam Sekolah, Belasan Pelajar Terjaring Razia

Selain pasangan tersebut, dua pasangan lainnya juga ikut terjari di Hotel Citra, Simpang Geroga Duri. Mereka KT dan FE, SS dan AR. Dengan alasan yang klasik, KT mengaku menjemput FE yang katanya sepupunya dari Tarutung. Sedangkan SS mengaku sengaja minta di jemput oleh AR agar mengantarkannya ke rumah saudara di Kulim.

Meski semua berkilah tidak melakukan apapun, ketiga pasangan itu yang terjaring tersebut berada didalam kamar saat dirazia Satpol PP Mandau. Satu persatu, pihak keluarga yang katanya penjamin datang untuk menjemput pasangan diduga mesum ini. Sementara untuk pasangan AN dan SW yang pura-pura pingsan tadi bebas tanpa penjamin oleh pihak keluarga.

Sementara itu, anggota Satpol PP juga terkesan membiarkan pasangan diduga mesum itu pergi tanpa ada penjamin. "Kenapa tidak harus pakai penjamin, karena biasanya kawan-kawan wartawan juga yang menjadi penjaminnya," ungkap salah seorang anggota Satpol PP Mandau kepada GoRiau.com (GoNews Grup).

"Tidak ada kewajiban juga harus ada penjamin kak, biasanya kalau sudah di data dan diberikan nasehat, mereka berjanji tidak mengulangi perbuatan mereka lagi, itu sudah bisa pulang," kata anggota Satpol PP lainnya kepada GoRiau.com (GoNews Grup) yang masih mempertanyakan kenapa SW dan AN pulang dengan mudah tanpa penjamin sementara yang lain harus pakai penjamin.

Kasi Trantib Mandau, Maspuri saat dikonfirmasi perihal tersebut, menjelaskan dirinya tidak tahu saat SW dan AN pulang setelah di data.

"Harusnya memang ada penjamin, tadi saya keluar sebentar jadi saya serahkan sama anggota. Wajib pakai penjamin, tidak bisa bebas begitu saja. Memang betul kadang ada yang mengaku wartawan juga membantu menjamin. Kalau anggota saya salah bicara saya minta maaf, mereka mungkin capek dari lapangan," tutup Maspuri. *** #BENGKALIS