PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Agenda terakhir Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten Pelalawan yang berisi pemaparan program Corporate Social Responsibility (CSR) Kamis lalu (28/3), ternyata tidak seluruh perusahaan yang diundang hadir. Dari puluhan perusahaan hanya lima yang datang dan memberikan paparan tentang program CSR.

"Dari puluhan perusahaan yang kita undang, hanya lima perusahaan yang berkenan hadir pada acara musrenbang ini. Padahal kita mengundang secara resmi hampir semua perusahaan yang beroperasi di Pelalawan dan meminta memaparkan CSRnya. Tetapi hanya kelima perusahaan ini yang memenuhi undangan,” papar asisten III Setdakab Pelalawan, Tengku Mukhlis saat

Tengku Mukhlis mengatakan bahwa sinkronisasi CSR dengan program pembanguan Pemda dinilai sangat penting. Untuk memilih dan memilih bagian-bagian pembangunan mana yang menjadi tanggung jawab perusahaan dan wewenang Pemda. Hal itu juga tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menangah Daerah (RPJMD) Pelalawan yang digelar pada awal pemerintahan Bupati Harris.

Kelima perusahaan itu yakni PT Serikat Putra dan PT Musim Mas dari perusahaan perkebunana kelapa sawit. Kemudian PT Riau andalan pulp and paper (RAPP) dan PT Arara Abadi dari perusahaan kehutanan, dan satu dari perusahaan Migas yakni EMP Bentu Korinci. Para perwakilan perusahaan diberikan kesempatan untuk memparkan materi CSR yang diminta Pemda. Kemudian para tamu undangan terdiri dari pimpinan Satker, kecamatan hingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memberikan masukan dan kritik terhadap kelima perusahaan itu.

"Berdasarkan bahan yang disampaikan ini, kita dapat mengcocokan sekalaigus mengevaluasi program CSR dari kelima perusahaan. Kedepan menjadi pegangan baik baik Legislatif dan Pemda," ujarnya.

Musrenbang pun ditutup secara resmi oleh Asisten II Sekdakab Pelalawan, H Mazlan Mansur mewakili Bupati Pelalawan. Pasalnya, Bupati Harris sedang berada di Jakarta untuk tugas kedinasan. (ilm)