PEKANBARU, GORIAU.COM - Apa kabar dengan pelantikan pejabat eselon III dan IV di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau? Sepertinya terbiarkan dengan kesibukan persiapan menghadapi HUT Ke-58 Riau dan HUT Ke-70 RI.

Sementara masih ada puluhan jabatan eselon III dan IV yang harus diisi pasca pelantikan 61 pejabat eselon II yang baru beberapa bulan lalu. Akibatnya, sejumlah pejabat eselon III yang naik jabatan otomatis meninggalkan jabatannya.

Jabatan tersebut yang sampai saat ini masih kosong. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Riau, Asrizal, akhir pekan lalu, menyebutkan, semuanya sudah dipersiapkan. "Tunggu saja," kata Asrizal.

Kekosongan tersebut dipastikannya tidak menganggu program yang sedang dijalankan Pemerintah. "Kan PA (Pengguna Anggaran) sudah ada, tinggal jalan saja," terangnya.

Pelantikan 61 pejabat eselon II tersebut juga 'menyingkirkan' banyak pejabat-pejabat senior di Lingkungan Pemprov Riau. Sejumlah pejabat tersebut 'disebar' ke sejumlah instansi.

Seperti ada yang ditempatkan sebagai staf di Badan Penelitian dan Pembangunan (Balitbang) Riau, staf di Sekretariat Daerah Provinsi Riau dan sejumlah instansi lainnya.

Isu kekinian juga sedikit 'membuyarkan' perhatian terhadap jabatan-jabatan kosong tersebut. Yang terhangat adalah isu keretakan hubungan Plt Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman dengan Sekdaprov Riau H Zaini Ismail.

Hubungan keduanya dikabarkan tak lagi harmonis dengan mulainya sedikit terlihat bersama. Ditambah mendadak, Zaini Ismail mengembalikan seluruh mobil dinas yang secara peraturan sudah melekat dengan jabatannya.

Ada 3 mobil sekaligus yang dikembalikan Zaini. Dua mobil yang melekat dengan jabatannya, satu lagi mobil operasional untuk istrinya sebagai Ketua Dharmawanita Riau.

Isu kekinian lainnya yakni sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap aset kendaraan mobil dinas Pemprov Riau. Dimana aset yang dipakai eks anggota DPRD Riau diduga merupakan gratifikasi yang ditawarkan Gubernur Riau Non Aktif H Annas Maamun untuk percepatan pengesahan APBD Riau Tahun 2015.

Setidaknya ada sekitar 3-5 mobil yang sudah disita KPK. Seluruh mobil tersebut didatangkan ke Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru untuk dilakukan cek fisik dan kesalian kendaraan.***