PANGKALAN KERINCI – Sebanyak 39 dari 96 ekor sapi di Kabupaten Pelalawan, Riau yang terindikasi menderita penyakit mulut dan kuku (PMK) telah dinyatakan sembuh.

Kasus kematian ternak sapi juga terjadi akibat wabah PMK. Kasusnya bahkan cenderung terus bertambah.

"Ternak sapi yang mati ada 2 ekor, 3 ekor sapi dipotong paksa," terang Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Pelalawan, Akhtar SE, Kamis (21/7/2022).

Puluhan ekor sapi yang terindikasi PMK ini berada di 6 kecamatan, yakni Kecamatan Bandar Petalangan, Ukui, Kerumutan, Pangkalan Kuras, Pangkalan Kerinci dan Pangkalan Lesung.

"Untuk sapi yang dipotong karena peternak atau pemilik sapi itu khawatir akan mati atau sebagainya. Sehingga diambil jalan pintas dengan menyembelih sapi itu," jepas Akhtar.

Berita sebelumnya:
- Ternak Terpapar PMK di Pelalawan Terus Bertambah, Total 96 Ekor Sapi

- 86 Ekor Sapi Terjangkit PMK di Pelalawan, Pemkab Akan Bentuk Satgas

Akhtar menambahkan, pihaknya juga rutin memberikan sosialisasi tentang penyakit PMK kepada para peternak di Kabupaten Pelalawan.

"Begitu pula dengan hal-hal apa yang perlu dilakukan guna mencegah penyebaran PMK," tandas dia.***