TELUKKUANTAN, GORIAU.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuantan Singingi (Kuansing), Sastra Febriawan mengutuk keras ketidakpedulian PT Citra Riau Sarana (CRS) anak perusahaan PT Wilmar Group terhadap masyarakat sekitar, terutama Desa Sako dan Sungai Langsat Pangean.
"Ini sudah keterlaluan, PT CRS sangat tidak peduli dengan masyarakat, memperbaiki jalan yang sudah ada saja tidak mau. Pandainya cuma lewat dengan beban melebihi tonase," ujar Sastra, Jumat (4/9/2015) siang kepada GoRiau.com di Telukkuantan.
Ia mengaku telah mendapat laporan dari masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak parah akibat truk CPO milik PT CRS tersebut.
"Kita sudah mendapat laporan dan secara pribadi saya mendukung tindakan masyarakat, jangan biarkan truk CPO lewat," ujar Sastra.
Dalam waktu dekat, lanjut Sastra, DPRD akan memanggil jajaran manajemen PT CRS tersebut, guna meminta komitmen memelihara jalan pemerintah. "Jalan ini merupakan jalan kabupaten yang dulu diaspal. Namun, aspal sudah hancur akibat truk CPO."
"Kita ingin, PT CRS bertanggungjawab atas kerusakan tersebut, jangan hanya cuma numpang lewat. Kasihan kita melihat masyarakat, sudahlah berdebu, berlobang lagi," tambah Sastra.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, masyarakat Sako dan Sungai Langsat menyandera delapan truk CPO milik Wilmar Group. Sampai saat ini, masyarakat masih berjaga-jaga di ruas jalan tersebut.
"Delapan truk CPO yang ditahan semalam sudah disuruh kembali ke pabrik, kita tidak mengizinkan untuk lewat," ujar Burhan, Kepala Dusun III Desa Sako didampingi Salmi selaku Kepala Dusun I Desa Sungai Langsat.
"Kami selaku kepala dusun bersama masyarakat sepakat melarang truk CPO milik CRS untuk lewat, sampai tuntutan kami dipenuhi," pungkas Burhan.(***)