PEKANBARU – PSPS Pekanbaru dalam kondisi siap tempur jelang laga lanjutan pekan ke-17 menghadapi Adhyaksa FC Banten. Pertandingan akan digelar di Stadion Kaharuddin Nasution, Jumat (23/1/2026).

Hal itu disampaikan Head Coach PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Kamis (22/1/2026). Aji memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi fisik yang baik usai meraih kemenangan atas Persekat Tegal pada laga sebelumnya.

“Kondisi pemain bagus. Kemenangan melawan Persekat tentu jadi modal penting, tapi kami tetap harus waspada karena Adhyaksa juga tim yang kuat,” kata Aji Santoso.

Aji mengakui kekuatan Adhyaksa FC Banten, khususnya di sektor depan, yang dihuni pemain-pemain berpengalaman seperti Beto Goncalves, Ardilson, dan Makan Konate. Menurutnya, PSPS telah menyiapkan antisipasi khusus untuk meredam agresivitas lawan.

“Kita tahu mereka punya kualitas pemain yang bagus, apalagi dengan adanya Beto Goncalves. Tapi kami bermain di kandang, disaksikan ribuan penonton. Peluang menang tentu lebih besar kalau pemain fokus dan tampil maksimal,” ujarnya.

Aji menegaskan ambisi PSPS untuk menutup laga kandang putaran kedua dengan hasil manis. Ia berharap anak asuhnya dapat menjalankan instruksi dengan baik dan memberikan kemenangan bagi pendukung setia Askar Bertuah.

“Mudah-mudahan kami diberi kemenangan dan bisa meraih poin penuh. Kami ingin memberikan happy ending untuk suporter PSPS,” ucap Aji.

Sementara itu, perwakilan pemain PSPS Pekanbaru, Ilham Syafri, menyatakan tim tetap melakukan evaluasi meskipun meraih hasil positif pada pertandingan sebelumnya.

“Kami terus evaluasi dan berusaha tampil lebih baik. Harapannya bisa memberikan hasil terbaik untuk masyarakat Pekanbaru,” kata Ilham.

Laga ini menjadi pertandingan sarat gengsi bagi kedua tim. Bukan sekadar perebutan poin, tetapi juga pertaruhan harga diri dan momentum, di mana satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal.

PSPS Pekanbaru membawa misi balas dendam setelah pada putaran pertama kalah telak 3-7 di markas Adhyaksa FC. Kekalahan tersebut menjadi perhatian serius bagi Aji Santoso dalam menyusun strategi dan komposisi pemain, khususnya di lini belakang.

Dari lima laga terakhir, Adhyaksa FC mencatatkan tiga kemenangan, sementara PSPS Pekanbaru meraih dua kemenangan. Namun, PSPS tampil berbeda pada putaran kedua setelah mendatangkan sejumlah pemain anyar.

PSPS merekrut tiga pemain asing, yakni Antonio Gamaroni asal Brasil untuk lini depan, Francis Yaghr dari Ghana di lini tengah, serta Douglas Cruz yang kembali memperkuat pertahanan setelah sempat membela Persijap Jepara. Kehadiran pemain-pemain ini langsung berbuah hasil dengan kemenangan 2-0 atas Persekat Tegal, di mana satu gol dicetak oleh Gamaroni.

Di kubu Adhyaksa FC, perombakan skuad tidak sebesar PSPS. Mereka memperkuat lini belakang dengan mendatangkan Hasim Kipuw dari Persela Lamongan. Untuk lini serang, Adhyaksa masih mengandalkan top skor mereka, Adilson Gancho Silva, yang telah mencetak 14 gol musim ini. Pada pertemuan pertama kontra PSPS, Adilson mencetak empat gol.

Selain itu, peran Makan Konate di lini tengah juga patut diwaspadai. Gelandang tersebut telah mengoleksi enam gol dan tiga assist musim ini.

Dengan produktivitas lini serang Adhyaksa, PSPS dituntut tampil disiplin, terutama di sektor pertahanan. Pemilihan komposisi bek menjadi kunci agar kejadian kebobolan tujuh gol di putaran pertama tidak terulang.

Bermain di hadapan publik sendiri, PSPS Pekanbaru diharapkan mampu tampil solid dan memanfaatkan dukungan suporter untuk mengamankan tiga poin di Stadion Kaharuddin Nasution. ***