PEKANBARU – PSPS Pekanbaru bermain imbang 1-1 pada babak pertama laga lanjutan pekan ke-17 Liga 2 2025/2026. Pertandingan berlangsung di Stadion Kaharuddin Nasution, Jumat (23/1/2026) malam.

Laga ini menjadi momentum pembuktian bagi PSPS, julukan Askar Bertuah, setelah pada pertemuan pertama di November lalu mereka takluk dengan skor mencolok 3-7 saat bermain tandang. Namun, upaya membalas kekalahan tersebut harus masih tertahan usai pertandingan babak pertama diwarnai sejumlah keputusan krusial melalui Video Assistant Referee (VAR).

Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil terbuka dan saling melancarkan serangan. Adhyaksa Banten FC lebih dulu mengancam melalui pergerakan striker asing mereka, Ramiro Fergonzi, namun kiper PSPS Muhammad Darmawan tampil sigap mengamankan gawang.

Pada menit ketujuh, PSPS nyaris kebobolan setelah Darmawan sempat terkecoh oleh pergerakan pemain asing Adhyaksa. Beruntung, kapten tim Alvin melakukan recovery cepat dan menggagalkan peluang tersebut di garis pertahanan.

Ancaman kembali datang pada menit kesembilan melalui sepakan Ramiro Fergonzi, namun Darmawan melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga gawang PSPS tetap aman.

PSPS justru mampu unggul lebih dulu pada menit ke-10 lewat skema serangan balik cepat dari sisi kiri. Asir Asiz yang menerima bola berhasil melepaskan tembakan keras dan menggetarkan jala gawang Adhyaksa. Gol tersebut menjadi gol kelima Asir Asiz sepanjang musim ini.

Adhyaksa mencoba merespons melalui situasi bola mati. Dari sepak pojok, sundulan Alvin masih mampu mematahkan ancaman, sementara bola muntah yang kembali disambar Ramiro masih melenceng dari gawang.

PSPS memperoleh peluang emas pada menit ke-29 saat Antonio Gamaroni menyambut umpan di kotak penalti. Namun, tendangan keras striker asing PSPS itu masih mampu ditepis kiper Adhyaksa, Chairil Zul Azhar.

Kontroversi terjadi pada menit ke-34. Vier Donny yang lolos ke kotak penalti dan terjatuh usai kontak dengan kiper Adhyaksa sempat membuat wasit Yendi Krisdianto menunjuk titik putih. Namun, setelah melakukan peninjauan VAR, keputusan penalti tersebut dianulir. Keputusan itu memicu reaksi keras dari suporter PSPS di tribun.

Menjelang akhir babak pertama, PSPS mendapat tendangan bebas melalui Muhammad Reza Kusuma, namun eksekusinya masih mampu ditepis kiper Adhyaksa. Skor 1-0 bertahan hingga memasuki masa tambahan waktu.

Petaka bagi PSPS datang pada menit 45+5. Kesalahan komunikasi antara Alvin dan Darmawan dimanfaatkan Ramiro Fergonzi, yang kemudian memicu pemeriksaan VAR. Setelah peninjauan, wasit kembali menunjuk titik putih untuk Adhyaksa. Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu PSPS, termasuk pelatih Aji Santoso.

Eksekutor Adhyaksa, Makan Konte, sukses menjalankan tugasnya. Meski Darmawan mampu membaca arah bola, tendangan keras Konte ke sudut kanan gawang tak mampu dibendung. Skor pun berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga turun minum. ***