JAKARTA, GORIAU.COM - Restorasi hutan di Indonesia telah dimulai, yang dilakukan oleh para pemerhati konservasi dengan mulai ditanamnya 2 juta pohon, langkah ini dilakukan sebagai suatu tahap pemulihan hutan senilai $ 17.000.000 di pulau Sumatera.
''Kami sangat gembira dengan apa yang telah kami mulai di sini hari ini,'' kata Dr Tony Whitten, anggota Dewan Penasehat untuk Restorasi Ekosistem Riau (RER) dan Direktur Regional, Asia-Pasifik untuk LSM internasional Fauna & Flora International (FFI ), yang telah menghabiskan 40 tahun penelitian konservasi di Sumatera. ''Dan kami berkomitmen untuk melihat upaya ini sampai tuntas."
RER adalah kemitraan bisnis dan lingkungan yang diawali pada tahun 2013 untuk membantu memulihkan Semenanjung Kampar di Sumatera, Provinsi Riau. Proyek selama satu dekade ini dirancang untuk merevitalisasi 20.265 hektar hutan gambut di dekat Selat Malaka.
Menteri Kehutanan Indonesia bersama dengan manajemen RER juga melakukan penanaman perdana ini, yang juga disaksikan oleh masyarakat desa terdekat.
Penanaman pohon merupakan indikasi langsung bahwa RER bertujuan untuk memulihkan hutan yang rusak akibat pembalakan, perambahan dan kebakaran. Lebih dari 1.500 pohon ditanam pada saat penanaman perdana di hari ini. Ada lebih dari 2,1 juta pohon, spesies asli yang dikumpulkan dari biji, dilakukan pembibitan, yang akan ditanam untuk kurun waktu 10 tahun ke depan. Tanaman tersebut pertama akan di kembangkan di area pembibitan RER, yang dilakukan oleh karyawan lokal setempat.
Para ahli kehutanan mengatakan, bahwa aktifitas restorasi ini akan meningkatkan habitat satwa liar di Semenanjung Kampar. Audit keanekaragaman hayati yang dilaksanakan pada tahun ini diharapkan dapat mengungkap varietas dan jumlah hewan di area RER. Kamera tersembunyi kami telah menangkap rekaman video dari beberapa penghuni hutan. Video bisa dilihat pada link berikut: https://www.rekoforest.org/index.php/en/gallery/videos.
Proyek RER diluncurkan satu tahun yang lalu di bawah lisensi restorasi yang diberikan oleh pemerintah Indonesia. Ini dimaksudkan untuk meremajakan lanskap, menjamin gaya hidup berkelanjutan bagi masyarakat hutan dan membangun model ditiru untuk melindungi lebih dari Semenanjung Kampar. Selain penanaman spesies asli, inilah apa yang telah dilakukan pada tahun pertama restorasi:
- Pendirian posko Security di pintu masuk kawasan;
- Tiga puluh lima polisi hutan dipekerjakan, dilatih dan dioptimal;
- Pengawasan air, tanah dan sungai dimulai untuk mengendalikan penebangan liar dan kebakaran;
- Pertemuan perorangan dan kelompok untuk memperkenalkan masyarakat dengan kegiatan RER;
- Pembibitan spesies yang ditetapkan;
- Ribuan bibit dikumpulkan dan dipelihara untuk penanaman kembali oleh pekerja lokal;
- Pemasangan kamera tersembunyi untuk memantau satwa liar.
April, adalah produsen pulp dan kertas terbesar kedua di Asia, adalah sponsor utama dari RER. FFI memberikan dukungan manajemen restorasi, terutama dalam penerapan Climate, Community & Biodiversity (CCB) Standards. Bidara, selaku konsultan pembangunan masyarakat Indonesia, berfokus pada isu-isu sosial. (rls)