TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Tumbuh suburnya proyek-proyek mercusuar seperti Bandara, Terminal Darat, Pelabuhan Samudra, Pelabuhan Parit 21 dan beberapa proyek bernilai miliaran rupiah, dikritik LSM Peduli Anak Negeri Inhil. Pasalnya, umumnya proyek itu belum bisa dimanfaatkan, sementara kebutuhan dasar masyarakat berupa perkebunan kelapa justru terabaikan.

Ketua LSM Peduli Anak Negeri Inhil, Firmansyah, Jumat (2/11/2012) di Tembilahan menilai Pemkab Indragiri Hilir lebih fokus mengejar prestise untuk menciptakan barang mewah ketimbang memperhatikan rakyatnya sendiri. ''Sampai sekarang proyek-proyek wah itu masih berbengkalai, kalaupun sudah siap belum bisa digunakan,'' jelasnya.

Kebutuhan masyarakat saat ini, jelasnya, adalah bagaimana memenuhi kebutuhan hidup. Masyarakat hidup dalam kondisi susah karena kebun-kebun kelapa perlu diremajakan, sementara dana untuk melakukan peremajaan terbatas. ''Masyarakat memerlukan pemenuhan kebutahan pokok mulai sandang, pangan, papan, pendidikan dan lain-lain. Salah satu cara melalui bertani atau berkebun kelapa, tapi sekarang kondisi kelapa sudah banyak yang tua disamping adanya permainan harga. Kita minta Pemkab lebih fokus pada program kesejahteraan rakyat,'' tegasnya.

Selain itu, Firmansyah juga mengkritisi ketidakpedulian Pemkab terhadap kondisi yang kini terjadi di tengah masyarakat. Jika beberapa kabupaten lebih banyak menggolontorkan dana untuk mensupport perekonomian warga, di Inhil justru tak berimbang. ''Kita berharap ke depan ada perimbangan antara anggaran kebutuhan proyek dan peningkatan kesejahteraan yang dibarengi dengan regulasi yang berpihak pada masyarakat,'' tegasnya. (urc)