PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto resmi menyandang predikat Insinyur Profesional Utama (IPU) atau Executive Professional Engineer dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Prestasi ini menjadikannya sebagai kepala daerah berstatus Plt pertama di Indonesia yang berhasil meraih jenjang keinsinyuran tertinggi di lingkungan pemerintahan daerah.

Penetapan status ini dibuktikan melalui Sertifikat Kompetensi Insinyur Profesional bernomor 3-15-00-000772-00 yang diterbitkan di Jakarta pada Jumat (14/8/2026). Sertifikat yang berlaku selama lima tahun ke depan ini didapatkan setelah SF Hariyanto menjalani uji kompetensi dan wawancara secara daring melalui konferensi video.

Ujian tersebut dinilai langsung oleh Majelis Uji Kompetensi Badan Keahlian Sipil (BKS) PII Pusat. Tim penguji terdiri dari pakar keinsinyuran, yakni Prof Agus Taufik Mulyono, Wakil Ketua Umum PII Ir Habibie Razak, Ketua BKS PII Pusat Dr Aksan Kawanda, serta Ketua Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti.

Dalam proses asesmen tersebut, SF Hariyanto turut didampingi oleh unsur PII Riau, di antaranya Dewan Pembina PII Riau sekaligus Ketua Umum DPP Aspeknas Ir Irving Kahar Arifin, Dewan Penasehat PII Riau Aswandi, serta Ketua Pengurus Wilayah PII Provinsi Riau Ir Ulul Azmi.

Uji Kompetensi Proyek Fly Over Pekanbaru

Pada sesi presentasi, SF Hariyanto membedah pengalamannya saat memimpin proyek pembangunan jalan layang (fly over) di Jalan Jenderal Sudirman-Imam Munandar, Pekanbaru. Ia memaparkan strategi manajemen krisis ketika kontraktor pelaksana, PT Istaka Karya (Persero), menghadapi proses kepailitan.

Saat krisis terjadi, progres pembangunan baru menyentuh angka 63 persen, sementara sisa 37 persen pekerjaan harus segera dituntaskan menjelang pelaksanaan PON XVIII Tahun 2012. Pengalaman ini dinilai berhasil memperlihatkan kemampuan penyelesaian teknis, koordinasi lintas pihak, hingga pengendalian mutu dan biaya.

"Kemampuan menyelesaikan persoalan yang mencakup aspek teknis, manajemen, administrasi, hukum, koordinasi lintas pihak hingga pengambilan keputusan dalam situasi kritis dipandang sebagai gambaran praktik keinsinyuran yang nyata," papar Prof Agus Taufik Mulyono memberikan apresiasi.

Penilaian senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PII. Ia menyoroti bagaimana rekam jejak tersebut membuktikan kapasitas kepemimpinan keinsinyuran pada tingkat strategis.

"Dalam hal ini, SF Hariyanto memperlihatkan bagaimana kematangan insinyur dalam menghadapi persoalan di lapangan," tambah Ir Habibie Razak.

Motivasi bagi ASN dan Praktisi Riau

Ketua Pengurus Wilayah PII Provinsi Riau, Ir Ulul Azmi membenarkan bahwa sertifikat kompetensi tersebut telah diterbitkan dan disampaikan oleh pengurus pusat. Ia menilai pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan profesional atas kompetensi dan rekam jejak panjang di bidang pembangunan infrastruktur.

"Tentu kami sangat mengapresiasi atas pencapaian tersebut. PII Wilayah Riau mengucapkan selamat kepada Bapak SF Hariyanto atas diraihnya predikat Insinyur Profesional Utama. Capaian ini menjadi semakin istimewa karena beliau merupakan Plt," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap keberhasilan Plt Gubernur Riau ini bisa menjadi motivasi bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun praktisi keinsinyuran di Provinsi Riau untuk terus meningkatkan profesionalisme sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

"Semakin banyak insinyur profesional di Riau, semakin kuat pula fondasi profesionalisme dalam pembangunan daerah. Insinyur tidak hanya dituntut menghasilkan karya, tetapi juga memastikan karya tersebut memenuhi standar, menjunjung etika profesi, serta memperhatikan keselamatan dan kemaslahatan masyarakat,” urainya. ***