
BENGKALIS, GORIAU.COM - Kendati pasokan bahan bakar minyak di Pulau Bengkalis lancar-lancar saja seperti biasa, namun ketersedian premium akhir-akhir ini selalu kosong, baik di APMS apalagi di tingkat pengecer.
Satu-satunya APMS di Kecamatan Bantan milik Hendri Sukamto, masih terus melayani pembeli setiap mobil tanki pengangkut minyak datang. Hanya saja, penjualan tidak berlangsung lama, karena pengelola mengatakan minyak sudah habis. Demikian di Kota Bengkalis, antrean panjang terjadi di SPBU, sementara di pengecer tidak ada yang menjual bensin.
Kondisi ini dipicu oleh rencana pemerintah akan menaikkan harga BBM. Kuat dugaan ada pihak-pihak tertentu sengaja menimbun untuk menangguk keuntungan.
''Ini yang kita herankan, tak sampai 2 jam dijual bensin langsung habis. Kita bisa maklumi kalau APMS juga mengisi untuk para pengecer, cuma yang kita herankan di tingkat pengecer bensin juga habis alias tidak dijual. Kemana perginya,'' ujar anggota DPRD Bengkalis, Sofyan, Minggu (9/11/2014).
Sofyan mencurigai ada aksi penimbunan yang dilakukan oknum pengecer. Jika tidak, kemana perginya bensin, sementara mobil tanki setiap hari datang ke APMS.
Politisi PDIP ini Sofyan persoalan kelangkaan minyak seperti terjadi saat ini berimbas kepada berbagai persoalan di tengah masyarakat. Jangan sampai masyarakat ngamuk karena sulit mencari minya atau mereka kesal karena minyak disembunyikan.
''Kita apresiasi Polres Bengkalis bersama Disprindag sidak ke sejumlah APMS beberapa hari lalu, tapi sebaiknya sidak juga dilakukan di tempat-tempet pengecer kuat dugaan ada aksi penimbunan. Mana mungkin, minyak hilang begitu saja kalau tak ditimbun,'' ujar Sofyan.(jfk)