
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto didesak untuk segera menarik Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) untuk Gaza yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keanggotaan Indonesia dalam forum tersebut dinilai mencederai semangat diplomasi Indonesia yang selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.
Kritik keras ini disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025–2030, Cholil Nafis. Ia menilai bergabungnya Indonesia dalam badan tersebut merupakan langkah yang tidak sejalan dengan keberpihakan terhadap rakyat Palestina, mengingat komposisi anggota di dalamnya.
“Indonesia bergabung dengan Board of Peace itu jelas tidak berpihak kepada Palestina. Karena penggagasnya Trump dan dalam keanggotaannya ada Netanyahu yang jelas menjajah dan tidak mengakui adanya negara Palestina,” tegas Cholil Nafis melalui akun X miliknya, Rabu (28/1/2026).
Selain keberatan atas kehadiran Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam forum tersebut, Cholil juga menyoroti adanya aspek komersial yang membebani Indonesia. Ia merasa janggal ketika sebuah forum perdamaian justru menuntut biaya keanggotaan dari negara peserta.
“Anehnya lagi, Indonesia masih ditarik bayaran keanggotaan,” ungkapnya.
Melihat berbagai kejanggalan tersebut, Cholil mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau ulang posisi Indonesia di kancah internasional tersebut. Ia menyarankan agar Indonesia lebih baik berdiri mandiri di luar forum yang didominasi oleh kepentingan pihak-pihak yang dianggap sebagai penjajah.
“Baiknya Pak Prabowo menarik diri saja,” katanya.
Desakan ini menambah daftar panjang aspirasi publik yang menginginkan agar kebijakan luar negeri di era pemerintahan Prabowo tetap berpegang teguh pada amanat konstitusi untuk menghapuskan penjajahan di atas dunia tanpa kompromi politik.***