JAKARTA - Pemberlakuan Pembatas Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak diperlukan lagi untuk menghadapi pandemi Covid-19. Pemerintah diminta untuk lebih menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, menerangkan, sebenarnya PPKM tidak perlu lagi dilakukan.

''Yang terpenting buat kami adalah menyadarkan seluruh lapisan masyarakat agar bisa melaksanakan protokol kesehatan, 5M,” ujar dia melalui sambungan telepon, Minggu, 1 Agustus 2021.

Protokol kesehatan 5M itu adalah memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Sementara, kata Amin, pemerintah tetap fokus dengan 3T (testing, tracing, dan treatmen).

Menurut Guru Besar Ilmu Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu, jika 5M dilakukan dengan tertib, artinya masyarakat sudah memahami permasalahan dan ikut serta dalam pengendalian pandemi.

''Sehingga tidak perlu lagi dilarang-larang lagi aktivitasnya, karena kita sendiri bisa mengendalikannya,” tutur dia.

Menurut Amin, hal yang paling penting dalam menyelesaikan pandemi ini adalah melibatkan masyarakat sebanyak mungkin.

Dia juga meminta kepada masyarakat agar tidak perlu mempermasalahkan adanya berbagai varian virus, karena di luaran sana tidak diketahui virus varian apa yang akan menginfeksi.

''Jadi sekali lagi, yang paling penting itu adalah mengendalikan pandemi dengan mencegah terjadinya perpindahan virus dari satu orang ke orang lain,” kata peraih Ph.D Immunogenetic dari Jepang itu.

Seperti diketahui, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM akan berakhir hari ini, Senin, 2 Agustus 2021. Namun, hingga saat ini masih belum diketahui apakah kebijakan yang dilakukan untuk memutus penyebaran infeksi SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19 itu, akan dilanjutkan atau tidak. ***