PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Kesulitan air bersih yang terjadi di Desa Sungai Upih, Kecamatan Kuala Kampar sangat dikeluhkan masyarakat. Sebanyak 400 kepala keluarga (KK) terpaksa memanfaatkan air parit yang berwarna merah untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Namun, pasca dibangunnya lima titik sumur bor yang berasal dari Program Pembangunan Infrastruktur Desa dan Kelurahan (PPIDK) Kabupaten Pelalawan 2014, warga tak lagi menggunakan air parit untuk kebutuhannya.

''Sudah dua bulan terakhir ini, warga desa menikmati air bersih. Air parit sudah ditinggalkan warga, dengan adanya sumur bor," ungkap Kepala Desa (Kades) Sungai Upih, Kecamatan Kuala Kampar, Husaipah, Selasa (17/2/2015).

Disebutkan Kades Husaipah, saat ini desanya telah memiliki sebanyak empat unit sumur yang sudah dimanfaatkan oleh warga.

Dijelaskannya, sebelum dibangunnya sumur bor, jangan harap warga bisa menikmati air bersih. Kalaupun ada, warga terpaksa harus membeli air kemasan atau menunggu turunnya hujan.

''Air sumur atau air parit disini warnanya kecoklatan, karena air tanah gambut. Masuknya PPIDK, menjawab semua keluhan warga sejak puluhan lalu. Tak berlebihan, tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Pelalawan,'' jelasnya.

Lebih jauh Kades Husaipah menjelaskan, warga berharap satu titik sumur bor lagi agar segera dibangun. Dengan adanya kendala keuangan, sehingga satu sumur bor belum jadi dibangun.

"Masih ada satu yang belum dibangun, kami harap dalam waktu dekat sudah selesai. Sungguh diluar dugaan, kami bisa menikmati air bersih,'' pungkasnya.(***)