PEKANBARU - Hari ini merupakan pendaftaran terakhir penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Pekanbaru, Rabu (3/7/2019).

Beberapa keluhanan datang dari orangtua murid yang mendaftarkan anaknya pada hari pertama dan kedua tidak muncul dilaman https://pekanbaru.siap-ppdb.com.

Yeni, Warga Sail yang mendaftarkan anaknya   pada hari pertama di SMP N 10 Pekanbaru baru menyadari setelah mengecek data ternyata nama anaknya tidak ada web hari ini.

"Kemarin nama anak saya masih masuk urutan ke 100 dari daya tampung yang tersedia, tapi pagi ini sudah tidak ada," kata Yeni di Pekanbaru, Rabu (3/7/2019).

Usai ditanyakan ke pihak sekolah, Yeni menuturkan bahwa ia memiliki jarak yang rumah yang cukup jauh. Sehingga nama yang seharusnya telah masuk tersingkir dengan nama pendaftar yang memiliki jarak terdekat.

Disinggung mengenai apakah sebelumnya telah mengetahui sistem PPDB terkait zonasi, Yeni mengatakan tidak mengetahui sistem ini sama sekali, ia justru mengira penerimaan tahun ini sama seperti kemarin.

"Saya baru tau sistem itu, saya kira sama seperti tahun sebelumnya, dan kesalahan saya terlalu cepat mendaftar sehingga tidak bisa memperkirakan jarak terdekat," tambahnya.

Disisi lain, Irfan Warga Sungai Duku yang mendaftarkan anaknya di SMP N 10 pada hari pertama menyayangkan akan sistem zonasi, sebab anak yang telah didaftarkan namun tidak tertera dilaman web, tidak bisa dihapuskan.

Mengetahui namanya tidak ada, Irfan  langsung mendaftarkan anaknya kesekolah yang lain yaitu SMP N 14 Pekanbaru, namun sebelum pendaftaran pihak sekolah mengatakan bahwa data anaknya telah terdaftar di SMP 10 Pekanbaru dan tidak bisa diperbarui karena hanya memiliki 1 kesempatan.

"Saya tidak bisa memilih sekolah lain, untuk mendaftarkan anak ke sekolah negeri, karena data telah terkunci, itu yang disebutkan oleh pihak sekolah," kata Irfan.

Saat di konfirmasi kepada panitai PPDB di SMP N 10 Pekanbaru, Eli, menjelaskan bahwa siswa yang telah tedaftar tidak bisa dibatalkan atau dihapus, karena data yang dimiliki telah terkunci.

Ia menuturkan bahwa sebelum pendaftaran sudah dijelaskan dan diberi arahan kepada orangtua siswa, namun mereka tetap bersikukuh untuk mendaftar.

"Saya sudah menghimbau, jangan terlalu cepat mendaftar, dipantau dulu dan ditelusuri dimana sekolah terdekat dari rumah, namun banyak orang tua yang tak mengindahkannya, ya inilah yang terjadi, mereka yang tidak lolos tidak bisa mendaftar kesekolah lain," kata Eli.

Ditambahkan, para orangtua harus jeli terkait sistem zonasi ini, penting mengetahui berapa jarak rumah terdekat dari sekolah, karena yang namanya sistem jika data sudah masuk, semua sistem menolak. ***