PADA tahun 2021 yang lalu, saya telah menulis tentang potensi hewan kurban berdampak ekonomI agribisnis di Provinsi Riau dimana dapat diperoleh seberapa besar dampak pelaksanaan Hewan Kurban disamping sebagai amalan bagi yang berkurban karena melaksanakan perintah Allah SWT melalui Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail namun disini terdapat perputaran uang secara tidak langsung dan terdapat rantai pasokan yang ada dalam perayaan ini terutama di Provinsi Riau. Bercermin dari perputaran ekonomi dan rantai pasokan yang timbul, maka kita melihat adanya perpindahan hewan ternak dari peternak sampai dikonsumsi oleh masyarakat. Tetapi lebih dari itu, rantai pasokan ekonomi perayaan kurban juga membahas aliran faktor-faktor ekstrinsik dari kurban itu sendiri. Dalam Islam, pelaksanaan Hewan kurban bukan sekedar ibadah namun juga sebagai suatu wadah filantropi untuk memberikan dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat. Secara sosial ekonomi kurban memiliki fungsi pemerataan dan keadilan. Tidak hanya secara langsung berupa pembagian daging kurban kepada masyarakat, tetapi juga melalui efek multiplier yang muncul. Dalam dimensi ekonomi, kurban menciptakan nilai ekonomi untuk entitas yang berpartisipasi langsung dalam rantai pasokan kurban.

Kita melihat ada tiga entitas utama dari pemainnya, yakni peternak, pedagang dan konsumen. Sifat utama dari aliran rantai pasokan hewan kurban ini adalah efektivitas distribusi, pelayanan, dan efisiensi biaya. Selanjutnya kita melihat adanya aliran dampak sosial ekonomi. Sebagaimana tujuan hakiki dari kurban sebagai bentuk ibadah oleh umat Islam juga untuk memberikan kemanfaatan kepada masyarakat. Secara langsung pembagian daging kurban kepada masyarakat berfungsi untuk menciptakan pemerataan gizi dan sarana berbagi antar sesama terutama untuk mereka yang kurang mampu. Secara tidak langsung kurban menciptakan dampak ekonomi kepada pedagang, peternak dan pemasok pakan.

Berikut ini data yang diperoleh dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau perbandingan pada Tahun 2025 dan Tahun 2026, beberapa hari lagi kita melaksanakan Hari Raya Kurban, sebagaimana di ketahui data Tahun 2025 Hewan Kurban yang disembelih di Provinsi Riau sebanyak 50.463 terdiri dari Sapi, Kerbau, Kambing, dan Domba dimana untuk Tahun 2026 ketersediaan Hewan Kurban diperkirakan naik 5 % dengan angka populasi ketersediaan dari lokal 20 % dan Luar Provinsi Riau sebesar 80 % Lokal dilihat potensi ekonominya sebagai berikut :

Berikut Ini Ketersediaan Hewan Kurban Tahun 2025

Estimasi Tahun 2026 di Provinsi Riau

GoRiau
Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau

Pertama, Kalau diasumsikan harga rata rata Sapi berkisar @ Rp.18.000.000 maka perputaran uang diperoleh (40.236 X Rp.18.000.000 = Rp. 724.248.000.000) Tujuh Ratus Dua Puluh Empat Milyar Dua Ratus Empat Puluh Delapan Juta Rupiah

Kedua, Kerbau dengan harga rata – rata @ Rp. 18.000.000 maka perputaran uang yang diperoleh (3.887 X Rp. 18.000.000 = Rp. 69.966.000.000) Enam Puluh Sembilan Milyar Sembilan Ratus Enam Puluh Enam Juta

Ketiga, Kambing dan Domba dengan Harga rata – rata @ Rp.2.500.000 maka perputaran uang yang diperoleh ( 8.863 X Rp.2.500.000 = 22.157.500.000) Dua Puluh Dua Milyar Seratus Lima Puluh Tujuh Lima Ratus Rupiah. TOTAL perputaran uang yang diperoleh dari kegiatan Hewan Kurban di Provinsi Riau mencapai (724.248.000.000 + 69.966.000.000 + 22.157.500.000 = Rp. 816.371.500.000) Delapan Ratus Enam Belas Milyar Tiga Ratus Tujuh Puluh Satu Lima Ratus Ribu Rupiah

Keempat Kegiatan Pakan satu bulan selama penjualan mencapai @ Rp.30.000 X 40.236 = Rp. 1.207.080.000 ) Satu Milyar Dua Ratus Tujuh Juta Delapan Puluh Ribu Rupiah

Kelima, Jumlah Tenaga Kerja yang dibutuhkan untuk satu bulan dimana satu orang menghandel untuk 5 ekor hewan Ternak asumsinya (40.236 dibagi 5 ekor = 8.047 orang tenaga kerja) dengan upah @ Rp. 3.000.000 X 8.047 = Rp. 24.141.000.000/ bulan) Dua Puluh Empat Milyar Seratus Empat Puluh Satu Juta

Keenam, Transportasi yang dibutuhkan rata rata @ Rp.1.500.000 (32 dibagi 10 ekor = 3.255 mobil X Rp. 1.500.000 = Rp. 4.882.500.000) Empat Milyar Delapan Ratus Delapan Puluh Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah

Ketujuh, Estimasi Kulit Hewan Kurban sapi dan kerbau yang dijual @ 250.000 X 40.236 = Rp. 10.059.000.000 ) Sepuluh Milyar Lima Puluh Sembilan Juta Rupiah

Kalau Kita jumlahkan nilai ekonomi yang diperoleh di Provinsi Riau pada kegiatan hewan KurbanTahun 2026 yang lalu mencapai Rp.856.661.080.000 (Delapan Ratus Lima Puluh Enam Milyar Enam Ratus Enam Puluh Satu Delapan Puluh Rupiah)

Dapat disampaikan bahwa ada kenaikan jumlah hewan kurban Tahun 2026 perkiraan sementara kita estimasikan sebesar 5 % sebanyak 52.986 dibandingkan pada tahun 2025 hanya mencapai 50.463 berarti ada kenaikan hewan kurban sebesar 2.523 di Tahun 2026, disini mempengaruhi masyarakat untuk berkurban dan Value dalam bentuk nilai ekonomis perputaran uangnya dalam satu siklus pertahun event perayaan Hewan Kurban perputaran uang mencapai mencapai lebih kurang Rp.856.661.080.000 (Delapan Ratus Lima Puluh Enam Milyar Enam Ratus Enam Puluh Satu Delapan Puluh Rupiah). ***

Heri Afrizon merupakan ASN di Lingkungan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau