
PEKANBARU, GORIAU.COM - Komplotan perampok menggunakan senjata api sebelumnya terjadi di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Senin (16/12/2013). Kawanan penjahat ini berhasil menggasak uang tunai Rp1,7 miliar dari tangan kelompok tani mitra PT Surya Agroloka Reksa (SAR).
Hingga siang ini, aparat Kepolisian setempat masih mengejar komplotan perampok tersebut. "Kami telah membentuk tim khusus untuk mengejar para pelaku yang memang diduga suatu komplotan atau bukan perorangan," kata Kapolres Kuantan Singingi Ajun Komisaris Besar Bayu Aji Irawan dihubungi dari Pekanbaru, Selasa siang (17/12/2013).
Informasi kepolisian menyebutkan, bahwa peristiwa perampokan di Kuantan Singingi tersebut terjadi kemrin. Ketika itu, sejumlah kelompok tani yang bermitra dengan PT SAR tengah menghitung uang senilai Rp1,7 miliar sebagai gaji satu bulan bekerja para pekerja. "Saat itu kemudian kawanan perampok ini datang dan menodong senjata api ke sejumlah korban. Bahkan sempat ada beberapa kali letusan sebagai ancaman dari pelaku," katanya.
Sampai saat ini, kata dia, tim masih terus bekerja untuk mengumpulkan informasi terkait keberadaan para pelaku itu. "Secepatnya, mudah-mudahan para pelaku ini dapat ditangkap. Ada beberapa lokasi yang kami curigai atau zona merah sebagai tempat persembunyian para pelaku dan masih sedang disisir," katanya.
Kejahatan dengan para pelaku menggunakan senjata api marak terjadi di berbagai wilayah kabupaten/kota di Riau.
Kepolisian Daerah Provinsi Riau telah berhasil mengungkap 17 kasus perampokan atau kejahatan dengan kekerasan menggunakan senjata api dalam kurun waktu Januari-September 2013. "Kejahatan dengan kekerasan menggunakan senjata api ini terjadi di sejumlah wilayah kabupaten dan kota di Riau. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, kasusnya meningkat," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau Kombes Pol Daniel Silitonga.
Ia menjelaskan, kasus kejahatan menggunakan senjata api diindikasi marak terjadi akibat peredaran atau perdagangan senjata yang terselubung. Hal itu menurut dia, cukup menyulitkan dalam hal pengawasan sehingga senjata api kerap jatuh ke tangan pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk kemudian digunakan untuk berbagai aksi kejahatan.
Dari beberapa kasus perampokan bersenjata api yang berhasil diungkap, demikian Silitonga, pelakunya mengakui mendapatkannya dari tangan pengedar yang berada di luar Riau seperti Palembang dan Medan. "Para pelaku itu yang kerap melakukan perampokan di sejumlah daerah Riau yang berada di wilayah perbatasan, khususnya Riau - Sumatera Utara, termasuk Kuantan Singingi," katanya.
Walau demikian, kata dia, antisipasi perdagangan gelap senjata api di dalam provinsi masih terus dilakukan oleh pihaknya melalui jajaran di berbagai kabupaten/kota.
Kapolda Riau Brigjen Condro Kirono sebelumnya mengatakan, pihaknya juga mewaspadai sejumlah usaha bengkel bubut yang beralih fungsi sebagai perakit senjata api, kemudian memasarkan produk itu secara ilegal.(fzr/ant)